Mendag Pastikan Realisasi Impor Beras 1,8 juta ton tahun Ini

Ilustrasi Beras Import

Jakarta, PONTAS.ID – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengungkapkan impor beras yang akan direalisasikan ialah sebesar 1,8 juta ton. Jumlah tersebut lebih rendah dibandingkan angka yang telah ditetapkan pada rapat koordinasi terbatas yakni 2 juta ton.

“Awalnya memang 2 juta ton. Tetapi ada negara (importir) yang mundur. Awalnya bilang sanggup, tetapi sampai tanggal yang dijanjikan tidak datang juga,” ujar Darmin di kantornya, Jakarta, Senin (27/8).

Ia menjelaskan, keputusan impor 2 juta ton tidak lain karena harga beras yang terus berada di atas level harga eceran tertinggi (HET) pada sepanjang semester awal, terutama pada kuartal pertama 2018. Hal itu diperparah dengan serapan gabah dalam negeri yang dianggap kurang maksimal.

“Terus terang penyerapan memang tidak sebagus tahun lalu. Tapi kita sudah ingatkan Perum Bulog untuk terus serap,” ucapnya.

Darmin juga menekankan kepada perseroan untuk terus melakukan penetrasi melalui operasi pasar guna menekan harga beras di pasar.

“Tugasnya jangan hanya fokus pada target stok saja. Kalau dilihat perlu operasi pasar, ya lakukan operasi pasar. Kalau rastra harus dikirim, ya dikirim,” tegasnya.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Pengadaan Perum Bulog Bachtiar mengatakan beras impor sebanyak 1,8 juta ton akan tiba seluruhnya sebelum akhir September mendatang.

Adapun, hingga Juli, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Bulog tercatat sudah memasukkan beras dari luar negeri sebanyak 1,18 juta ton dengan total nilai impor mencapai US$552,87 juta.

Terkait serapan dalam negeri, ia mengatakan, sepanjang semester pertama tahun ini, serapan gabah yang diambil dari petani lokal hanya berkisar 1 juta ton. Jumlah tersebut turun dari capaian tahun-tahun sebelumnya dimana pada 2017, pada semester awal, gabah yang terserap sebesar 1,2 juta ton. Bahkan, pada enam bulan pertama 2016 angkanya mencapai 1,8 juta ton.

“Dulu Juli serapan per hari masih di atas 10.000 ton. Sekarang juga masih 5.000 ton lebih. Nanti kita konsolidasikan lagi semoga dalam waktu dekat bisa kembali 10.000 ton. Kita upayakan semester kedua bisa serap 1,1 juta ton lagi,” tandas Bachtiar.

Editor: Idul HM

Previous articleDi Depan DPRD, Sandiaga Ungkap Alasan Tak Ambil Cuti
Next articleAtlet Asian Games dari DKI Dijanjikan Jadi PNS, Tapi…

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here