Soal Impor Beras, Timses Jokowi: Rakyat Percaya Pemimpin Jujur

Sekjen partai Nasdem Johnny G Plate saat berbicara kepada wartawan di Media Center TKN Jokowi​-Ma’ruf Amin, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (23/10/2018)

Jakarta, PONTAS.ID – Calon Presiden Nomor urut 01, Joko Widodo (Jokowi) kembali mengingatkan Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma’ruf Amin beserta relawan untuk tidak ikut-ikutan menyebar kebohongan. Sebab, rakyat Indonesia sudah semakin cerdas sehingga dapat membedakan antara pemimpin yang jujur dan yang kerap berbohong.

Hal ini disampaikan Sekjen partai Nasdem Johnny G Plate di Media Center TKN Jokowi​-Ma’ruf Amin, Jl. Cemara No.19, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (23/10/2018), menanggapi kritik yang diarahkan kepada pemerintah terkait rencana impor beras.

“Hari ini diumumkan produksi beras tidak seperti sebelumnya. Dari rencana produksi gabah 86 juta ton, ternyata produksi kita hanya 53 juta ton. Maka untuk menjaga ketersediaan pangan, maka kebijakan mengimpor beras itu sudah tepat,” kata Johnny.

Isu impor beras ini lanjut Jhonny, sengaja digoreng selama berbulan-bulan dengan membangun opini seolah-olah impor beras merupakan hal buruk sehingga menimbulkan ketakutan publik.

“Kami tidak ingin membuat isu-isu yang menciptakan ketakutan masyarakat. Kami TKN akan terus mengatakan kampanye dengan visi berbasis data dan harapan serta membangun semangat optimistis bagi masyarakat bahwa Indonesia akan terus maju,” imbuhnya.

Demikian soal kebijakan hutang, meski nilainya meningkat, namun kebijakan tersebut bukan merupakan keputusan pemerintah semata, tetapi merupakan kebijakan yang diambil bersam-sama antara pemerintah dengan fraksi-fraksi di DPR.

Itu sebabnya, TKN Jokowi-Ma’ruf Amin menilai pernyataan soal hutang merupakan tanggungjawab pemerintah semata merupakan bentuk kebohongan publik, “Maka tugas kami memberikan kebenaran dari kebohongan itu berdasarkan data-data yang real,” terangnya.

Jhonny menambahkan, dalam imbauannya Presiden Jokowi meminta seluruh pihak selama masa kampanye untuk selalu menjaga kerukunan persaudaraan nasional, “Karena itu bisa menjaga keberlangsungan kedamaian dan kehidupan sosial masyarakat indonesia,” pungkasnya.

Penulis: Stevanny Andriani
Editor: Pahala Simanjuntak

Previous articleEmpat Tahun Jokowi-JK, Kemendag Gencar Tingkatkan Ekspor dan Akses Pasar
Next articlePeran Industri Perkapalan Topang Sektor Migas