Pemerintah Antisipasi Meluasnya Kebakaran Hutan

Kebakaran Hutan, (Ist).

Jakarta, PONTAS.ID – Kebiasaan masyarakat membakar hutan untuk membuka area ladang masih menjadi persoalan yang tidak mudah diselesaikan. Pemerintah berharap kasus yang menimbulkan kabut asap di sejumlah wilayah itu tidak semakin meluas.

“Karena ada kearifan lokal mereka dibolehkan membakar dua hektare, tapi kan tidak bisa disiplin. Api dan angin tidak bisa kompromi. Kalau tidak diawasi dengan baik bisa terbakar sekian hektare,” ujar Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto.Penegasan itu disampaikan setelah Wiranto menggelar rapat koordinasi khusus tentang pengendalian kebakaran hutan dan lahan, di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Selasa (14/8). Rapat dihadiri sejumlah instansi terkait, seperti BMKG, BNPB, Kementerian LHK, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Kesehatan, dan Kementerian Keuangan.

Ada tiga tahapan untuk menanggulangi kasus kebakaran hutan dan lahan. Kemenko Perekonomian, sambung dia, mengambil peran pada tahap pencegahan yang meliputi upaya sebelum hutan dan lahan tidak terbakar. Namun, apabila lahan telah terbakar maka hal itu menjadi ranah Kemenko Polhukam untuk memadamkannya.

“Tetapi kalau nanti tahap pemulihan, itu tugasnya Kementerian Koordinator PMK. Kami, ketiga menko selalu rapat koordinasi,” kata Wiranto.

Menurut dia, pemerintah telah memberikan pembekalan kepada masyarakat berupa alih teknologi agar tidak perlu membakar lahan. Sayangnya upaya mengatasi persoalan itu terbentur mahalnya biaya karena memerlukan alat berat untuk membongkar bonggol kayu.

“Nah, kalau dibakar, kan cepat habis. Ini memang sedang jadi pembicaraan kita di rapat koordinasi. Tetapi memang pengawasan yang penting. Kita minta pihak swasta itu jadi bapak asuh untuk ladang berpindah ini. Sudah ada kerja sama juga dengan swasta menjadi bapak asuh bagi para peladang.”

Berdasarkan hasil rapat di kantor Kemenko Polhukam, sambung dia, diperoleh informasi bahwa semua provinsi sudah melaksanakan prosedur pencegahan terbakarnya hutan, seperti memperbanyak embung (penampungan air), menyiapkan satgas, posko, dan sumur pompa.

Editor: Idul HM

Previous articleKLHK Rutin Laksanakan Kegiatan Bersih Pantai Dibeberpa Lokasi Indonesia
Next articleGempa Lombok, Jokowi Instruksikan TNI Tangani Daerah Terpencil