Pemilu 2019 Diminta Tidak Memicu Perpecahan

Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir (ist)

Jakarta, PONTAS.ID – Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir meminta agar momen Pemilu 2019 tidak memicu perpecahan.

Haedar mengatakan, semua komponen bangsa harus menyadari bahwa perbedaan pandangan politik dalam memilih pemimpin adalah hal biasa.

Karenanya, ia meminta supaya tidak ada anggapan yang berlebihan atas perbedaan pandangan itu, apalagi yang menyangkut suku, agama, dan ras.

“Kami berharap seluruh komponen bangsa, pilihan politik boleh berbeda, tidak perlu cari yustifikasi yang berlebihan. Entah pada agama, pada etnik, pada SARA, maupun pada argumen-argumen lain,” kata Haedar, Senin (13/8/2018).

“Lakukan pilihan politik secara normal. Karena itu politik yang sifatnya reguler,” katanya.

Menurutnya, Pemilu 2019 yang akan datang adalah hal biasa. Sebagai negara demokrasi, pemilu menjadi hal yang rutin dilaksanakan.

“Lima tahunan warga kita ini memilih kan. Karena itu biasakan saja memilih itu. Sebagai pilihan praktis tapi dengan jiwa cerdas dan kebersamaan,” katanya.

Oleh karenanya, Haedar meminta supaya tidak ada perpecahan hanya karena berbeda pilihan politik. Haedar juga meminta tidak ada yustifikasi yang berlebihan terhadap calon tertentu.

Sebab, menurutnya, setiap calon yang bersaing memiliki niatan yang baik untuk membangun bangsa.

“Jangan gara-gara politik yang berbeda kita pecah sebagai bangsa. Dan to be or not to be. Seakan satu pasangan satu calon, satu caleg itu menjadi pembawa misi langit dan lain sebagainya.

Sementara yang lain dianggap sebagai misi yang lain. Bagi kami bahwa kami percaya bahwa semua calon itu punya iktikad baik dan warga bangsa juga harus beriktikad baik,” paparnya.

Previous articleAmran Suliaman: tahun depan Ekpor akan Naik 15 Ribu
Next articleAmran Sulaiman Akui telah Siapkan Langkah Strategis Hadapi Kemarau

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here