Klaim Anies Soal Lapangan Banteng, Sandiaga: Jangan Saling Menjatuhkan

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan Dan Wakil Gubernur Sandiaga Uno. (Ist)

Jakarta, PONTAS.ID – Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta, Sandiaga Salahuddin Uno meminta kepada semua pihak untuk tak memperpanjang perdebatan terkait pernyataan yang disampaikan Gubernur DKI, Anies Baswedan saat meresmikan renovasi Lapangan Banteng di Jakarta Pusat (Jakpus), Kamis (26/7/2018) kemarin.

Pasalnya menurut pria yang akrab disapa Sandi ini, perdebatan yang terjadi ditengah masyarakat khususnya netizen di media sosial itu hanya akan menjadi perusak persatuan dan kesatuan Bangsa Indonesia. Terlebih kondisi pada saat ini menjelang pelaksanaan Asian Games 2018, dan Pemilihan Umum (Pemilu) 2019.

Sebelumnya, netizen di media sosial ramai memperdebatkan potongan video pidato Gubernur DKI Anies Baswedan saat meresmikan renovasi Lapangan Banteng. Mereka menilai Anies telah mengklaim sebagai pihak yang yang merancang dan menyiapkan grand design renovasi Lapangan Banteng mulai dari nol.

Padahal video yang beredar tersebut tidak utuh. Video pidato Anies yang banyak beredar adalah saat Anies mengucapkan satu per satu tamu kehormatan yang datang. Rekaman tersebut tampaknya diambil oleh warga yang datang ke lokasi. Ucapan Anies tidak terdengar utuh karena tertutup suara keriuhan warga yang merekam.

“Jangan kita kembangkan perdebatan (potongan video Anies yang dipotong dan disebarluaskan itu) yang sangat tidak mendidik ini, dan akhirnya menafikan merendahkan hasil karya dia yang monumental menurut saya,” kata Sandi saat ditemui oleh wartawan di Hotel Pullman, Jl MH Thamrin, Jakarta Pusat, Jumat (27/7/2018).

Terkait dengan oknum penyebar potongan video pidato Anies yang tidak utuh tersebut, Sandi mengatakan bahwa pihak Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI tidak akan mengusutnya lebih jauh, apalagi sampai melapor ke kepolisian. Dia hanya mengimbau, agar semua pihak harusnya dapat bersatu, bukan saling terpecah belah.

“Enggaklah (diusut), jadi sudahlah, buat saya ini adalah elemen-elemen yang merusak bangsa kita, persatuan kita. Bersatu saja belum tentu menang apalagi terpecah belah. Intinya saya mau sampaikan itu bersatu saja belum tentu sukses, apalagi kalau sampai kita justru malah terpecah belah,” ujarnya menegaskan.

Pria yang merupakan mantan bos akuntan publik ini pun juga meminta agar semua pihak dapat mengapresiasi usaha Anies yang telah berusaha merangkul semua masyarakat Jakarta. Sandi juga menambahkan, dirinya maupun Anies tetap akan berusaha untuk merangkul seluruh elemen masyarakat, khususnya warga Kota Jakarta.

“Pak Anies berusaha untuk merangkul semua, mari kita apresiasi dan kita jangan terlalu taruh semua hal itu dalam mikroskop yang berpotensi untuk saling sikut, saling menjatuhkan. Kami terus akan merangkul. Sekarang kita memimpin DKI bukan hanya untuk sekelompok masyarakat, tapi untuk seluruh masyarakat,” ucap dia.

Untuk diketahui, dalam pidato versi utuhnya saat meresmikan renovasi Lapangan Banteng, Anies yang merupakan mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) itu sebenarnya sedang memberikan apresiasinya kepada Yori Antar, yang merancang dan menyiapkan grand design Lapangan Banteng dari nol.

“Yang saya hormati juga, keluarga yang mewakili para kreator yang karyanya masih tegak berada di Lapangan Banteng ini, keluarga Henk Ngantung, keluarga Bapak Edi Sunarso, Keluarga Bapak Agus Bimara, keluarga Bapak Rosdi Husein, dan yang juga perlu secara khusus kita beri apresiasi yang merancang dan menyiapkan grand design dari nol, Bapak Yori Antar,” demikian isi pidato Anies.

Editor: Risman Septian

Previous articleEkspor Minyak Sawit Dan Turunanya Pada Semester I Alami Peningkatan
Next articlePemerintah Didesak Bentuk TGPF Kasus Novel

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here