Jakarta, PONTAS.ID – Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta, Sandiaga Salahuddin Uno mengusulkan agar Wisma Atlet atau Athlete Village yang berada di Kemayoran, Jakarta Pusat (Jakpus) nantinya dijadikan sebagai rumah susun (rusun) untuk masyarakat ibukota.
Pria yang akrab disapa Sandi ini menjelaskan, bahwa Wisma Atlet itu bisa dimanfaatkan sebagai rusun bila penyelenggaraan Asian Games 2018 telah selesai dilaksanakan. Pasalnya, dia mengaku khawatir, jika tidak ditempati maka fasilitasnya akan cepat rusak.
“Dan bangunan terbengkalai. Saya lihat kan kondisinya bagus sekali. Kalau dibiarkan saja nanti akan rusak. Seperti banyak fasilitas di DKI ini, kalau enggak dipakai akan rusak,” kata Sandi saat ditemui wartawan di Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakpus, Rabu (25/7/2018).
Namun demikian Sandi mengatakan, bahwa usulannya tersebut masih harus dibicarakan kembali lebih lanjut dengan sejumlah pihak, antara lain yakni dengan pihak pemerintah pusat serta Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
“Kita harus bicarakan sama teman-teman dari (Kementerian) PUPR. Masih dibicarakan. Bisa jadi Rusunawa (Rumah Susun Sederhana Sewa), bisa juga jadi Rusunami (Rumah Susun Sederhana Milik), nanti kita diskusikan. Ini tentunya untuk masyarakat,” ujarnya.
Untuk diketahui, Athlete Village di Kemayoran yang akan menjadi tempat singgah bagi para peserta yang bertanding di Asian Games 2018, pembangunannya yang bak apartemen kelas menengah menghabiskan dana anggaran sekitar 3,8 triliun rupiah.
Sementara untuk pembelian perabot atau perlengkapan penunjangnya menghabiskan 35 juta rupiah setiap satu unitnya. Dengan total 10 tower dan memiliki lebih kurang tujuh ribu unit, luas setiap unitnya adalah 36 meter persegi yang terdiri dari dua kamar tidur, dapur, dan kamar mandi.
Athlete Village yang berdiri diatas lahan sekitar 10 hektare tersebut juga memiliki fasilitas penunjang seperti minimarket, klinik, tempat ibadah, tempat bermain ramah anak, area pertokoan, balai ruang serba guna, bahkan laundry cucian.
Athlete Village ini dibagi menjadi dua zona. Zona yang pertama yakni di C2. Di zona ini terdapat tiga tower dengan luas area 13,5 hektare. Tiga tower itu memiliki 1.932 unit kamar hunian. Kapasitas hunian pada ketiga tower ini mencapai 5.796 orang.
Zona kedua di D10. Di zona ini terdapat tujuh tower dengan luas area 33,37 hektare. Di sini, pemerintah menyediakan unit lebih banyak, yakni 5.494 tempat hunian. Tujuh tower ini diperkirakan mampu menampung 16.482 orang.
Editor: Risman Septian



























