Jakarta, PONTAS.ID – Kepercayaan investor terhadap pasar pelaku usaha rintis atau start-up di Indonesia semakin baik. Hal itu terlihat dari nilai investasi yang terus meningkat dalam lima tahun terakhir.
Berdasarkan penelitian yang dilakukan Google bersama AT Kearney, perusahaan konsultan dunia, diketahui nilai investasi terhadap perusahaan-perusahaan start-up Indonesia melonjak dari US$44 juta pada 2012, menjadi US$1,4 miliar pada akhir 2016, dan terus menanjak hingga US$3 miliar pada Agustus 2017.
Fakta tersebut tentu menjadi angin segar bagi perkembangan industri Tanah Air, khususnya ekonomi kreatif berbasis digital. Managing Director Google Indonesia Tony Keusgen mengungkapkan, meski masih dalam tahap awal, start-up di Indonesia mencapai kemajuan pesat, khususnya pada sektor perdagangan elektronik (e-commerce) dan transportasi.
“Kami dapat melihat momentum investasi start-up terus naik. Para investor modal ventura sangat percaya terhadap peluang yang ada di Indonesia saat ini,” kata Tony selaku Managing Director Google Indonesia, Jakarta, Kamis, (14/6/18).
Besarnya potensi akan industri start-up di Indonesia menurutnya tidak terlepas dari tingginya jumlah penduduk yang mencapai seperempat miliar jiwa.
Ditambah terus tumbuhnya jumlah kelas menengah dan populasi generasi milenial yang melek teknologi.
“Potensi pasar untuk pertumbuhan ini sangat bagus. Tetapi, tentu saja ini harus didukung talenta-talenta hebat agar start-up bisa memenuhi permintaan pasar,” tuturnya.
Berdasarkan studi yang dilakukan, Tony sangat optimistis angka investasi masih akan terus bertambah dalam beberapa tahun ke depan. Walaupun masih di bawah Singapura, para investor meng-anggap Indonesia masih jauh lebih baik jika dibandingkan negara-negara lainnya di Asia Tenggara.
Pada 2016, angka investasi di Asia Tenggara mencapai US$6,8 miliar. Singapura menjadi negara tujuan penanaman modal terbesar dengan presentase 41%, disusul Indonesia di angka 19%. “Mereka masih optimistis dan kami pun percaya potensi ekonomi digital di Indonesia akan terus tumbuh,” tandasnya.
Asosiasi Modal Ventura untuk Start-up Indonesia (Asmevindo) mengungkapkan potensi yang ada saat ini akan terus tumbuh jika pemerintah dapat mendorong serta menyediakan lingkungan yang nyaman bagi para investor. Bendahara Asmevindo Edward I Chamdani mengatakan, sejauh ini, masih banyak regulasi yang dianggap menjadi penghambat berkembangnya industry start-up di dalam negeri, terutama dalam kebijakan perpajakan.




























