Organisasi Hewan Dunia: Layanan Karantina Indonesia Terbaik di Asia Tenggara

Jakarta, PONTAS.ID – Tenaga Ahli dari Organisasi Kesehatan Hewan Dunia (OIE, World Organization for Animal Health), Susanne Munstermann menyatakan bahwa kualitas layanan Karantina Indonesia sudah setara dengan Karantina di Kanada. Hal ini disampaikan Dr. Susanne saat deklarasi OIE atau Self Declaration terhadap Tempat Karantina Hewan (TKH) Balai Uji Terap Teknik dan Metoda Karantina Pertanian Bekasi, Sabtu (12/5/2018).

“Saya sudah meninjau karantina di seluruh dunia, dan layanan Karantina di Indonesia adalah yang terbaik se-Asia Tenggara,” kata Dr. susanne.

Kehadiran tim ahli dari organisasi yang berkantor pusat di Paris ini adalah dalam rangka persiapan kedatangan kontingen cabang olahraga berkuda pada event akbar Asian Games 2018 pada bulan Agustus sampai dengan September 2018 mendatang.

Persiapan Asian Games XVIII tahun 2018 sudah mencapai 80 persen. Tahapan demi tahapan mempersiapkan arena lomba untuk cabang olah raga berkuda (Equestrian) telah dilalui. Mulai dari surveilance 3 tahap untuk mempersiapkan Equine Diseases Free Zone (EDFZ) di Jakarta, pengisian kuisioner EU dan akhirnya pengakuan EDFZ oleh Uni Eropa di bulan Maret 2018.

Selain tenaga ahli dari OIE, juga hadir para peneliti penyakit kuda dari Balai Besar Penelitian Veteriner (BBLITVET) Bogor. Ujian Permited Treating Veterinary (PTV) FEI juga sudah dilakukan. Yang telah dipersiapkan dokumennya, protokol biosecurity, vaksinasi Equine Influenza untuk kuda-kuda residen di IKH dan kuda peserta dari Indonesia. Surveilans akhir untuk kuda-kuda di IKH terhadap penyakit Glenders, Dourine dan Equine Infectious Anemia (EIA). Kerjasama tindakan karantina (TKH) akan dilakukan dengan Karantina Malaysia (MAQIS) untuk kuda-kuda India. Selain itu juga akan dilakukan kerjasama TKH dengan Tiongkok untuk kuda-kuda peserta dari Tiongkok.

Susanne juga menyampaikan penghargaan kepada Badan Karantina Pertanian yang sudah melakukan persiapan yang baik dalam rangka TKH kuda Asian Games.

Persiapan pembentukan EDFZ ini merupakan kerja bersama antar instansi antara lain, Pemerintah Daerah DKI Jakarta; Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan; Badan Karantina Pertanian; Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian dan Persatuan Olahraga Berkuda Indonesia (PORDASI) serta panitia Asian Games 2018 INASGOC.

Untuk tindakan karantina telah dipersiapkan calon Instalasi Karantina Hewan khusus Asian Games di Arthayasa Stable. Untuk venue/arena Jakarta Equestrian Park (JEP) juga akan ditetapkan sebagai Instalasi Karantina. Persiapan juga mencakup peraturan terkait seperti Permentan menyangkut Kuda, Pedoman Karantina untuk kuda peserta kompetisi Equestrian Asian Games, protokol karantina, Health Certificate khusus Asian Games dan Return Certificate untuk Uni Eropa.

Persiapan petugas karantina untuk TKH Kuda Asian Games juga sudah dilakukan di Karantina Uji Terap melalui bimtek. Bimtek ini telah menghadirkan narasumber dari Asosiasi Dokter Hewan Kuda Indonesia (ADHKI), dokter hewan anggota Federasi Equestrian Intern.

Editor: Idul HM

Previous articleSerangan Berantai Teroris Karena Propaganda Asing
Next articleWhatsApp Tambah Fitur Baru untuk Obrolan Grup