Car Free Day Bernuansa Politik

Sejumlah warga tampak memakai baju dan kaus #2019GantiPresiden di Bundaran HI, Jakarta, Minggu (29/4/2018)/Foto: kaltim.tribunnews.com

Jakarta, PONTAS.ID – Nuansa politik terasa pada Hari Bebas Kendaraan Bermotor atau yang biasa dikenal Car Free Day (CFD) di sepanjang jalan Sudirman-Thamrin Jakarta, Minggu (29/4).

Hal tersebut disebabkan adanya aksi damai penggunaan kaos #2019 Ganti Presiden serta kaos #DiaSibukKerja disertai long march sepanjang jalan Thamrin-Bundaran HI, seperti dikutip dari laman mediaindonesia.com, PONTAS.ID, Minggu (29/4/2018).

Berdasrkan pantauan Media Indonesia tersebut, ratusan orang ikut serta dalam aksi ini. Salah satunya Rahma, 42, relawan kaos #DiaSibukKerja. Ia mengungkapkan dirinya mendapatkan kaos tersebut dari salah satu temannya yang menjual kaos itu. Saat ditanya mengapa dirinya membeli, warga Pasar Rumput ini pun mengaku bahwa hal tersebut ia lakukan karena menganggap kinerja presiden selama ini cukup memuaskan.

“Kalo kaos saya dapat dari teman yang jual. Ini juga jadi sikap saya bahwa kinerja Presiden selama ini memuaskan ya, lihat saja pembangunan yang merata,” ujarnya.

Sama halnya dengan Kurniawan, 47, salah satu relawan kaos #2019GantiPresiden yang mengaku mendapatkan kaos tersebut dari temannya yang memang menjul kaos tersebut. Warga Kemayoran itu mengatakan ia memakai kaos tersebut karena ia memang setuju dengan slogan yang tertera di sana, alias belum puas dengan kinerja presiden.

“Ganti Presiden, selama ini Presiden belum bisa mensejahterahkan rakyat malah masukin orang asing buat kerja, makanya 2019 ganti presiden” ujarnya.

Sejauh ini berdasarkan pantauan Media Indonesia, aksi tersebut masih berjalan dengan damai meski para relawan saling teriak berbalas slogan. Namun ternyata, aksi tersebut dinilai mengganggu masyarakat yang datang ke CFD.

Natalia, 19 misalnya, mahasiswa yang mengaku dari Universitas Negeri Jakarta ini mengaku terganggu dengan adanya aksi tersebut. Pasalnya, walaupun digelar di tempat umum, aksi berbau persaingan politik itu dinilainya tidak elegan.

“CFD walau tempat umum ya jangan dijadikan tempat adu politik. Walau gak ada gambar partainya tapi masyarakat sudah tau lah. Tapi ini kan demokrasi, ya semoga ada cara yang lebih elegan,” ungkapnya.

Tak hanya itu, Zulhamdi, 32 seorang karyawan swasta mengungkapkan bahwa ia cukup menyayangkan para relawan yang mengikutsertakan anak-anak mereka.

“Kasian itu anak-anak kecil dibawa-bawa. Ikut teriak-teriak padahal gak tau apa-apa, ya tapi gimana mungkin sekalian jalan-jalan ya,” ujarnya sambil tertawa.

Sebelumnya, Selebaran ajakan aksi serentak memakai kaus #2019GantiPresiden saat car free day (CFD) atau hari bebas kendaraan di Jalan MH Thamrin hingga Jalan Sudirman, Jakarta, Minggu, 29 April 2018, dibantah atau itu tidak benar alias hoaks.

“Itu hoaks ya,” kata Kapolres Metro Jakarta Pusat, Komisaris Besar Polisi Roma Hutajulu saat dikonfirmasi wartawan, Jumat, 27 April 2018, seperti dikutip dar laman https://turnbackhoax.id.

Editor: Idul Hartono

Previous articleKemenperin Pacu Penumbuhan Industri Baru Nasional
Next articleRetno: KTT Ke-32 Asean Sigapura Memuaskan