Menko Luhut: Balas Dendam Bukan Budaya Kami

Menko Luhut melakukan hearing dengan anggota parlemen Eropa Sean Kelly dalam rangka perundingan produk kelapa sawit indonesia di EU pada hari Selasa (24/4)

Jakarta, POTAS.ID – Menko Maritim Luhut B Panjaitan, menegaskan bahwa Indonesia tidak pernah berniat melakukan tindakan balasan terhadap larangan biodiesel kelapa sawit dari Uni Eropa.(24/2018)

“Kami tidak berencana mengalihkan pembelian pesawat ke Boeing. Melakukan tindakan balasan bukan budaya kami. Kami ingin terus bernegosiasi untuk menemukan solusi yang baik bagi semua pihak. Tetapi, kami jangan terus disudutkan,” ujar Menko Luhut kepada beberapa media yang mewawancarainya di Brussels, Belgia, Seperti dikutip PONTAS.ID dari keterangan Resminya, Rabu (25/4/2018)

Saat melakukan berbagai perundingan kelapa sawit dengan anggota Parlemen dan Komisi Uni Eropa, Menko Luhut mengatakan, Indonesia saat ini harus agresif melakukan perundingan dan diplomasi. Karena selama ini menurutnya, hal tersebut kurang dilakukan.

“Kita agak terlambat sehingga terjadi seperti ini, beberapa tokoh yang saya temui ternyata kurang memahami kemajuan Indonesia, mereka tidak tahu kemajuan ekonomi kita, situasi keamanan Indonesia dan bahwa kita sedang mengerjakan isu-isu lingkungan,” jelas Luhut.

Menurut Menko Luhut, ia menyarankan kepada counter part nya dari Uni Eropa untuk langsung datang ke Indonesia melihat langsung apa yang terjadi disana sebelum mengambil keputusan.

Menurut Menko Luhut, banyak dari Perlemen yang kaget dengan Indonesia, mereka tidak menyangka negara ini begitu besar dan kagum dengan pemerintahan yang bisa mengelola negara sebesar ini.

“Karena itu saya undang mereka untuk datang ke Indonesia, melihat langsung karena seeing is believing” ujarnya.

Editor: Idul HM

Previous articlePilkada 2018, Daerah Diminta Contoh Netralitas PNS DKI
Next articleSun Life dengan TCASH Jadi Solusi Transaksi Keuangan Berbasis Digital