Lebih 16 Juta Orang Gantungkan Hidup Pada Bisnis Sawit

Menko Luhut mengadakan Press Briefing dengan media di Press Club, Brussel, Belgia (23/4)

Jakarta, PONTAS.ID – Kepastian nasib petani sawit, keluarganya dan orang-orang yang bergantung pada bisnis Kelapa Sawit, yang jumlahnya melebihi 16 juta orang. Ini akan menjadi masalah kemiskinan. Tidak ada rencana kami untuk melakukan tindakan balasan terkait pembatasan CPO ini. Hal ini disampaikan Menko Luhut saat menjawap pertanyaan Wartawan pada saat Press Briefing dengan media di Press Club, Brussel, Belgia (23/4)

Menko Luhut pada kesempatan itu, ditanya apakah menurutnya tindakan Uni Eropa ini merupakan bentuk diskriminasi terhadap negara Indonesia.
“Tentang diskriminasi, ya saya pikir mungkin ada di antara anggota Parlemen yang berpikir bahwa situasi Indonesia masih jauh tertinggal, masih memiliki isu HAM, Indonesia sudah sangat terbuka, anda bisa mengunjungi kemana pun Anda mau di wilayah Indonesia.”

Lanjut, “Kami memang pernah memiliki masalah dengan HAM, tetapi sekarang sudah berubah. Situasi HAM kami tidak jauh dengan yang Anda miliki di UE. Malah untuk kebebasan berbicara, di negara kami lebih bebas,” terangnya, seperti dikutip dari keterangan Resminya Pada PONTAS.ID, di jakarta, Selasa (24/42018)

Menko Luhut saat mengadakan working dinner dengan para pemangku kepentingan di UE. Ia mendapat beberapa pertanyaan tentang beberapa hal antara lain tentang hubungan antarnegara ASEAN, Menko Luhut menjelaskan hubungan negara-negara ASEAN selama ini berjalan baik, dan saling melengkapi.

Tentang isu Laut Cina Selatan, Menko Luhut menegaskan posisi Indonesia sangat jelas, dengan batas yang sudah ditetapkan dan Indonesia tidak mengakui nine dotted line. Ada juga pertanyaan tentang radikalisme, Menko Luhut menjawab Indonesia masih mewaspadai dan memperkecil timbulnya serangan kaum radikal.

“Indonesia berkomitmen membangun ekonomi yang berwawasan lingkungan dan kami harap dapat melakukan lebih banyak dialog dengan EU untuk mencari solusi dari isu-isu yang muncul selama ini,” harapnya.

Editor: Idul HM

Previous articleKemkominfo Menjalin Sinergisitas Guna Mendorong UMKM
Next articleJelang Batas Akhir, ATSI Imbau Pengguna Segera Registrasi SIM

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here