Kemenperin Dorong Balai Litbang Lakukan Inovasi Sektor Industri

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Kementerian Perindustrian, Ngakan Timur Antara mendengarkan penjelasan dari Donny Rhomanzah mewakili Bandung Techno Park (BTP), Telkom University tentang robot bernama Nova (Network Optimized Virtual Assitant) seusai pembukaan Rapat Kerja BPPI Kemenperin Tahun 2018 di Bogor, 23 April 2018. Nova merupakan sebuah robot dengan sistem kecerdasan berkomunikasi secara verbal melalui bahasa yang natural, dapat diaplikasikan dalam berbagai aspek seperti advertising, kasir, resepsionis, dan pusat informasi.

Jakarta, PONTAS.ID – Implementasi Industri 4.0. Langkah strategis yang perlu dijalankan, antara lain adalah peningkatan kualitas dan intensitas kegiatan penelitian dan pengembangan (litbang) di berbagai lini yang dapat menumbuhkan inovasi dalam pengembangan sektor manufaktur nasional.

“Jadi, upaya yang harus dibangun adalah penguatan inovasi bagi sektor industri. Langkah ini perlu kolaborasi dengan seluruh stakeholder,” kata Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Ngakan Timur Antara pada Rapat Kerja BPPI Kemenperin Tahun 2018 di Bogor, Senin (23/4/2018).

Ngakan berharap, melalui rapat kerja ini, terciptanya keselarasan dalam arah pengembangan industri khususnya di bidang inovasi teknologi yang akan berperan dalam peningkatan produktivitas industri nasional.

Salah satu agenda pada rapat kerja tersebut, dilaksanakan forum diskusi dengan mengundang perwakilan dari pihak kementerian dan lembaga terkait, pemerintah daerah, perusahaan dan asosiasi industri, serta akademisi. “Kami juga berharap, di kegiatan ini akan lahir ide-ide out of the box ataupun pemikiran dan saran-saran yang membangun terkait penerapan teknologi Industri 4.0, sehingga dapat mendukung program prioritas dalam memacu pertumbuhan industri nasional,” papar Ngakan.

Sektor industri mampu menyerap tenaga kerja sebayak 1,5 juta orang sehingga total tenaga kerja di sektor industri hingga saat ini mencapai 17 juta orang atau 14,05 persen dari jumlah angkatan kerja di Indonesia. “Capaian tersebut, menunjukkan bahwa sektor industri masih menjadi penyokong utama perekonomian nasional,” tegas Ngakan.

Hasil laporan itu juga menyebutkan bahwa Indonesia menempati peringkat ke-31 dalam inovasi dan ke-32 untuk kecanggihan bisnis. Bahkan, Indonesia dinilai sebagai salah satu inovator teratas di antara negara berkembang, bersama dengan China dan India.

“Namun demikian, bagi BPPI, tantangan terbesar saat ini terdapat pada pilar ke sembilan yaitu technological readiness. Oleh karena itu, dibutuhkan kerja keras bersama seluruh stakeholder untuk meningkatkan penguasaan teknologi khususnya dalam mendukung penerapan Industri 4.0,” ungkapnya.

Peran lembaga litbangS
Sektor industri secara global saat ini sudah memasuki pada tahap revolusi industri keempat, di mana sistem dalam proses produksi dan aspek manajemennya ditopang oleh kemajuan teknologi informasi dan komunikasi serta kegiatan litbang yang menghasilkan inovasi.

“Memasuki era Industri 4.0, beberapa negara maju seperti Jerman, Perancis, dan China telah menetapkan strategi untuk mengatasi tantangan dan memanfaatkan peluang yang ada baik di domestik maupun dunia,” jelas Ngakan.

Pada 4 April 2018, menjadi momentum bersejarah bagi Indonesia karena Presiden Joko Widodo secara resmi meluncurkan peta jalan Making Indonesia 4.0 yang diinisiasi oleh Kemenperin.

“Bapak Presiden menunjuk Kemenperin sebagai leading sector dalam penerapan Industri 4.0,” ungkap Ngakan. Melalui Making Indonesia 4.0, aspirasi besar yang ditargetkan adalah menjadikan Indonesia masuk dalam jajaran 10 besar negara yang memiliki ekonomi terkuat di dunia pada tahun 2030.

Dalam rangka membangun kemampuan inovasi, peran lembaga litbang yang ada di seluruh Indonesia termasuk di bawah BPPI Kemenperin dapat menjadi penyokong utama terbentuknya ekosistem inovasi yang melahirkan riset-riset berkualitas dan memberi manfaat bagi industri.

“Guna menghasilkan inovasi yang sesuai kebutuhan di dunia industri, balai litbang Kemenperin terus berupaya menggandeng sektor swasta untuk ikut berkontribusi dalam kegiatan riset atau alih teknologi yang mendukung kemajuan sektor manufaktur nasional,” tuturnya.

Hingga saat ini, jumlah balai litbang di bawah BPPI Kemenperin sebanyak 11 Balai Besar dan 11 Balai  Riset Standardisasi (Baristand) Industri. Balai-balai litbang industri tersebut telah menghasilkan 98 paten.

Editor: Idul HM

Previous articleKomisi V Sebut Indonesia Kekurangan 200 Ribu Insinyur
Next articlePotensi Pariwisata Bawah Air Belum Digarap Serius

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here