Teknologi Diharapkan Lahirkan Wirausaha Industri Digital

Menperin Airlangga Hartarto

Jakarta, PONTAS.ID – Dengan masuknya era Industri 4.0, generasi muda dituntut agar melek dengan perkembangan teknologi terkini. Terkait dengan itu, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) juga terus mendorong munculnya pewirausaha di industri digital atau startup.

“Kami berharap akan semakin banyak melahirkan wirausaha industri digital atau startup,” kata Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto, Jakarta, Minggu, (22/4/18).

Upaya ini sejalan dengan target pemerintah untuk mewujudkan Indonesia menjadi negara ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara pada tahun 2020. Airlangga optimistis, sasaran tersebut bisa tercapai, karena saat ini jumlah pengguna internet di Tanah Air sudah mencapai 143 juta orang.

Ini menurutnya merupakan sebuah potensi pasar yang besar. Oleh sebab itu, generasi milenial memiliki peranan penting lantaran merekalah pengguna dominan dari teknologi yang menjadi ciri khas revolusi industri keempat, yaitu internet.

Kemenperin telah memfasilitasi melalui pembangunan gedung inkubasi bagi para pelaku usaha rintisan (startup), antara lain di Bandung Techno Park,Bali Creative Industry Center (BCIC) atau TohpaTI Center, Incubator Business Center di Semarang, Makassar Technopark, dan Pusat Desain Ponsel di Batam.

“Kami juga bersama pihak swasta mendorong pengembangan Nongsa Digital Park di Batam. Selain itu, Apple membangun innovation center di BSD,” ujar Airlangga.

Sarana-sarana tersebut menjadi basis inovasi dan kreativitas bagi putra-putri Indonesia yang ingin mengembangkan software, web, aplikasi, film dan animasi, serta program-program digital lainnya.

Menperin yakin, Indonesia mampu menumbuhkan lagi unicorn atau perusahaan startup yang memiliki valuasi di atas USD1 miliar. Saat ini, diASEAN ada sekitar tujuh unicorn. Empat di antaranya dari Indonesia, yakni Bukalapak, Traveloka, Tokopedia, dan Gojek.

Secara umum, kata Menperin, pemerintah juga aktif memacu tumbuhnya wirausaha industri baru, khususnya dari kalangan generasi muda. Pasalnya, ketahanan ekonomi nasional diyakini akan semakin kuat apabila jumlah pengusaha yang dimiliki negara ini bertambah banyak.

“Untuk itu, kami mendorong kepada para mahasiswa agar berwirausaha sejak duduk di bangku kuliah,” tuturnya.

Menurut Airlangga, tumbuhnya wirausaha atau pelaku industri dapat membawa efek berantai terhadap perekonomian seperti peningkatan pada penyerapan tenaga kerja. Menperin menambahkan, guna mendongkrak produktivitas dan daya saing industri kecil menegah (IKM) nasional, Ditjen IKM telah menjalankan program pelatihan dan konsultasi terkait pengembangan desain kemasan produk serta merek.

Sampai tahun 2017, telah difasilitasi sebanyak 6.998 desain kemasan dan 7.396 desain merek serta bantuan dalam bentuk kemasan cetak yang diberikan kepada 351 IKM. Selanjutnya, Kemenperin telah memiliki program e-Smart IKM untuk memperluas pasar bagi produk IKM lokal.

“Dalam hal ini, kami bekerja sama dengan beberapa marketplace dalam negeri. Ada juga workshop-nya,” kata Airlangga. Berdasarkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019, Kemenperin diberi target untuk menumbuhkan sebanyak 20.000 wirausaha baru hingga akhir tahun 2019.

Previous articleKorut Gencar Promosikan Paket Wisata
Next articleStartup Lokal Bidik Peternakan Selandia Baru

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here