Indonesia Manfaatkan Peluang Wisatawan Vietnam

Duta Besar RI untuk Vietnam, Ibnu Hadi

Jakarta, PONTAS.ID – Tahun ini, Kementerian Pariwisata menargetkan 74 ribu wisatawan asal Vietnam. Angka ini lebih tinggi ketimbang kunjungan wisatawan dari negara lain di Asia Tenggara pada 2017 sebanyak 64.000 orang.

“Target kunjungan turis Vietnam sebanyak 74.000 orang diyakini bisa tercapai, seiring dengan meningkatnya pertumbuhan ekonomi negara tersebut yang tetap tinggi dalam 10 tahun terakhir,” kata Duta Besar RI untuk Vietnam, Ibnu Hadi di sela Vietnam International Travel Mart (VITM) 2018,di Hanoi International Center for Exhibition, Rabu, (4/4/18).

Ibnu menjelaskan, perekonomian Vietnam yang tumbuh di kisaran 6 persen-7 persen per tahun, membuat jumlah penduduk berpenghasilan menengah ke atas terus bertambah. “Di Vietnam saat ini banyak bermunculan OKB (orang kaya baru), kalangan ini pasti memiliki keinginan yang tinggi untuk memenuhi kebutuhan tersier berupa kunjungan atau melancong ke luar negeri,” ujar Ibnu.

Indonesia bisa memanfaatkan peluang itu. Dan peningkatan akses penerbangan langsung dari Vietnam ke Indonesia akan mendukung upaya menarik turis Vietnam melancong ke Indonesia.

Ibnu mengatakan, selama ini, keterbatasan akses penerbangan langsung menjadi salah satu kendala dalam menjaring wisatawan Vietnam ke Indonesia. Saat ini penerbangan dari Vietnam ke Indonesia dan sebaliknya harus transit di Ho Chi Minh City dulu.

“Hambatan aksesibilitas itu mengakibatkan warga Vietnam cenderung memilih berlibur ke Thailand, Malaysia, China, Jepang dan Hongkong, selain karena penerbangan langsung juga akan lebih efisien dari sisi biaya maupun waktu tempuh dibanding ke Indonesia,” kata Ibnu.

Kepala Bidang Pemasaran Area IV wilayah Indochina, Kementerian Pariwisata Heri Hermawan, mengatakan, salah satu ciri wisatawan Asia Tenggara seperti Vietnam adalah seringkali memutuskan untuk melancong ke luar negeri dengan sangat cepat. Hal ini berbeda dengan turis Amerika Serikat dan Eropa
yang cenderung merencanakan perjalanan sejak jauh hari.

Melalui pameran pariwisata seperti TVIM 2018, Heri mengatakan, kementerian ingin menarik wisatawan asal Vietnam ke Indonesia dengan berbagai promosi wisata dan fasilitas pendukungnya.

Heri menambahkan, kementerian pariwisata terus berupaya menarik turis Vietnam dengan mengundang kalangan media, industri dan warga untuk melakukan perjalanan ke daerah-daerah wisata Indonesia, menggelar perayaan internasional Hari Raya Waisak di Candi Borobudur, dan menyiapkan destinasi sesuai dengan ciri khas atau kegemaran masyarakat Vietnam yang lebih menyukai pantai, budaya dan atraksi seni.

“Bali dan Yogyakarta masih sebagai tujuan wisata masih yang sangat populer di Vietnam. Karena itu, selain pintar-pintar menjaring minat mereka, kita juga harus lebih pandai dan kreatif dalam mengelola destinasi wisata di kota-kota lainnya di Indonesia,” kata Heri.

Menurut data Kemenpar, jumlah wisatawan Vietnam yang melancong ke Indonesia saat ini berkisar 60.000 orang per tahun, sebaliknya wisatawan Indonesia yang mengunjungi Vietnam telah mencapai sekitar 90.000 orang per tahun.

Previous articleIDI Masih Bungkam Terkait Pemberhentian Dokter Terawan
Next articleAirlangga: Making Indonesia 4.0 Kunci Kemenangan Persaingan Golobal

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here