Jakarta, PONTAS.ID – Pimpinan MPR bertemu Presiden Vietnam Nguyen Xuan Phuc usai bertemu Presiden Jokowi.
Wakil Ketua MPR, Yandri Susanto mengucapkan selamat datang kepada Yang Mulia Presiden Vietnam Nguyen Xuan Phuc. “Selamat datang di Jakarta, Indonesia,” ujar Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) itu, Kamis (22/12/2022).
Kehadiran orang nomor satu di Vietnam disebut mempunyai peran yang penting untuk menata dan melanjutkan hubungan kedua negara yang sudah terjalin sejak lama.
Pria asal Bengkulu itu mengakui Vietnam saat ini mengalami perkembangan yang sangat pesat. Pertumbuhan ekonomi dan pesatnya pembangunan di sana telah mengangkat derajad bangsa Vietnam sejajar dengan Malaysia, Thailand, Singapura, dan Indonesia. “Peran Vietnam di Asia Tenggara saat ini dibutuhkan dan semakin terasa,” ujarnya.
Untuk itu Yandri mengajak kepada Vietnam, bersama Indonesia untuk berkontribusi yang positif dan aktif dalam organisasi ASEAN. “Indonesia dan Vietnam perlu memaksimalkan ASEAN untuk perdamaian di kawasan dan dunia,” tuturnya.
Sebagai bangsa yang terus tumbuh dalam berbagai bidang, banyak hal yang bisa dikerjasamakan antara Indoneia dan Vietnam. Kedua negara sama-sama negara agraris. Mayoritas penduduk Vietnam sama dengan penduduk Indonesia, yakni sebagai petani. Geliat sektor pertanian di negara yang berbatasan dengan China itu patut dipuji sebab mereka kerap mengekspor beras ke berbagai negara. “Nah kita perlu belajar kepada mereka mengapa negara yang wilyah tak seluas Indonesia namun produksi beras mereka tinggi,” ungkapnya. “Kita pelajari sisi-sisi yang unggul dari Vietnam,” tambahnya.
Yandri menyebut tak hanya sektor pertanian yang perlu dijalin. Dalam dunia sepakbola, bangsa ini harus juga mengakui kehebatan tim nasional Vietnam. Rangking sepakbola negara itu paling bagus di antara bangsa-bangsa di Asia Tenggara. Rangking Vietnam di FIFA pada urutan 92. “Apa kelebihan pembinaan sepakbola di sana, itu yang perlu kita cari dan pelajari,” paparnya. “Untuk itu perlu dilakukan kerjasama dalam urusan sepakbola,” tambahnya. Indonesia tidak perlu malu belajar sepakbola kepada Vietnam. Dibanding Vietnam sebenarnya Indonesia lebih dulu berkembang sepakbolanya namun entah kenapa tiba-tiba bangsa itu mendahului Indonesia.
Yandri kepada Vietnam berharap hubungan yang dijalin tidak hanya antarpemerintah namun antarparlemen juga perlu dilakukan hal yang sama. “Mari kita belajar demokrasi sama-sama,” ujarnya. Banyak tantangan demokrasi di Asia Tenggara. Untuk itu kedua negara perlu kerap berdiskusi dan berdialog tentang demokrasi. “Demokrasi yang membawa kesejahteraan pada rakyat dan kemajuan pada bangsa,” harapnya. Agar keinginan itu tercapai, didorong agar parlemen kedua negara saling berkunjung dan melakukann kerja sama yang konkret.
Penulis: Luki Herdian
Editor: Pahala Simanjuntak




























