Realisasi Penyaluran KUR di TKI Masih Rendah

AA Gede Ngurah Puspayoga Menteri Koperasi dan UKM, (Foto:Ist)

Jakarta, PONTAS.ID – Menteri Koperasi dan UKM AAGN Puspayoga mengakui bahwa realisasi penyaluran KUR Penempatan TKI masih relatif rendah. Hal ini disebabkan TKI lebih memilih pinjaman dari Penyalur Jasa Tenaga Kerja Indonesia (PJTKI).

“Untuk itu, pemerintah terus berupaya agar Bank Penyalur KUR dapat meningkatkan penyaluran KUR kepada TKI,” kata Puspayoga selaku Menteri Koperasi dan UKM, Jakarta, Jumat, (23/3/18).

Puspayoga menjelaskan, melalui program pembiayaan yang ada, pihaknya telah memfasilitasi kepada Pekerja Migran Indonesia (PMI) untuk mengakses KUR Penempatan TKI dengan bunga sebesar 7 persen efektif pertahun.

“Jangka waktu KUR penempatan TKI paling lama sama dengan masa kontrak kerja dan tidak melebihi jangka waktu paling lama tiga tahun,” kata Puspayoga.

Pada 2017, telah disalurkan KUR TKI sebesar Rp329,629 miliar untuk 22.663 orang TKI. Sementara untuk tahun 2018 sampai dengan 28 Februari 2018, telah disalurkan KUR sebesar Rp41,574 miliar yang disalurkan kepada 2.793 debitur.

“Selain itu, pemerintah juga memberikan subsidi bunga untuk KUR Penempatan TKI sebesar 14 persen,” ujarnya.

Sedangkan bank penyalur KUR yang telah menyalurkan KUR Penempatan TKI sebanyak tujuh bank. Yaitu, Bank BRI, Bank Mandiri, Bank BNI, Bank Artha Graha, Bank Maybank, Bank Sinarmas, dan Bank Chinatrust Indonesia (CTBC).

Puspayoga juga mengungkapkan, pihaknya sudah menjalin kerjasama dengan Kementerian Tenaga Kerja dalam program Desa Migran Produktif. Tujuannya, untuk memperlancar penyaluran KUR bagi TKI.

“Sebagai tindaklanjut dari Nota Kesepahaman tersebut, kami telah melakukan kegiatan, antara lain pelatihan kewirausahaan bagi pasca TKI di tujuh Kabupaten atau Kota,” pungkas Puspayoga.

Previous articleIni Susunan Fraksi Golkar yang Dirotasi
Next articleCek Kondisi Sapi, Kementan Kirim Tim Sebelum Impor

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here