Puspayoga: 2019 Koperasi Harus Sehat

Menteri Koperasi dan UKM Puspayoga, (Foto:Ist)

Jakarta, PONTAS.ID – Menteri Koperasi dan UKM Puspayoga menargetkan pada 2019 semua koperasi di tanah air sudah harus sehat. Sepanjang tahun 2017, Kemenkop UKM telah membubarkan kurang lebih 45 ribu koperasi karena dianggap tidak aktif. Sedangkan 75 ribu koperasi masih perlu dibina supaya menjadi sehat.

“Tidak boleh lagi 2019 target kita tidak ada lagi koperasi kurang sehat, harus sehat. Sekarang masih ada 75 ribu harus kita bina supaya menjadi sehat. 2019 harus sehat semua seperti itu,” kata Puspayoga selaku Menteri Koperasi dan UKM, Jakarta, Rabu, (21/3/18).

Puspayoga menyatakan tetap berkomitmen melakukan reformasi total koperasi untuk memberdayakan koperasi. Dengan begitu, koperasi bermanfaat bagi anggota dan masyarakat, serta berkontribusi dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi, menyerap tenaga kerja, pemerataan pendapatan, dan mengurangi ketimpangan ekonomi.

“Untuk tahun baru ini, ke depan reformasi total kopetasi masih dilaksanakan, karena itu harus update terus,” tandasnya.

Agar reformasi total ini berjalan, ada tiga langkah yang terus diperkuat yakni rehabilitasi koperasi, reorientasi koperasi, dan pengembangan koperasi. Puspayoga menegaskan gerakan dan kesadaran untuk reformasi total itu perlu dijalankan serentak, serta didukung pemerintah, dunia usaha, dan seluruh komponen masyarakat.

Ia menyampaikan rehabilitasi koperasi diawali dengan pengelolaan dan pemutakhiran data koperasi yakni dengan online database system (ODS) dan membekukan/membubarkan koperasi yang tidak aktif. Berdasarkan data yang dihimpun, jumlah koperasi di Indonesia sampai Desember 2017 menyentuh angka 153.171 unit. Dari jumlah tersebut 75 ribu dinyatakan sehat.

“Jadi semangat pembubaran koperasi itu bukan untuk menbubarkan, tapi semangatnya untuk membuat database yang baik, supaya ke depan kita bisa membangun program-program yang baik untuk koperasi,” kata Puspayoga.

Selanjutnya langkah kedua reformasi total yakni reorientasi koperasi dilakukan dengan berbagai upaya sistematis sehingga mampu mengubah paradigma dari pendekatan kuantitas menjadi kualitas. Kemenkop UKM dalam hal ini akan menempuh berbagai langkah untuk meningkatkan kualitas koperasi. Diantaranya bekerja sama dengan notaris untuk penerbitan akta koperasi.

Tahun 2017 Kemenkop UKM telah mengesahkan akta pendirian koperasi sebanyak 3.706 badan hukum baru. Sedangkan rangka memberikan legalitas, kepastian hukum, bekerjasama dengan Ikatan Notaris Indonesia (INI), Kemenkop dan UKM memfasilitasi pembuatan akta koperasi bagi usaha mikro kecil sebanyak 644 akta.

Puspayoga menambahkan untuk pengembangan koperasi, pihaknya memperkuat akses pembiayaan dengan meluncurkan dua koperasi menjadi penyalur kredit usaha rakyat (KUR), yakni Kospin Jasa Pekalongan, dan Obor Mar Maumere. Kemudian lima koperasi ditetapkan menjadi penyalur Kredit Ultra Mikro (UMI).

“Mudah-mudahan tahun depan bisa bertambah lagi, karena menjadi penyalur KUR gak gampang, harus sehat. Disamping itu, sistem onlinenya nyambung dengan BI dengan Kemenkeu. Jadi persyaratan harus diperbaiki oleh koperasi,” pungkas Puspayoga.

Previous articleDKI Siapkan Stok Pangan Untuk Seimbangkan harga Jelang Ramadhan
Next articleMenpar ingin Memadukan Pariwisata dengan Digital

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here