Digitalisasi UKM Jadi Keharusan Agar Tak Ketinggalan

Jakarta, PONTAS.ID – Menkop dan UKM Puspayoga menegaskan UKM sudah harus melek dan menggunakan internet sebagai bagian dari strategi pemasaran maupun branding produknya. Hal itu karena era digitalisasi sudah.menjadi bagian tak terpisahkan dari perdagangan domestik maupun pasar internasional.

“Makanya kalau ndak mau ketinggalan kereta, digitalisasi UKM sudah jadi keharusan,” kata Puspayoga selaku Menkop UKM dalam rilis yang diterima PONTAS.id, Jakarta, Selasa, (22/5/18).

Menurut Puspayoga dengan pemasaran via digital ini diyakini akan meningkatkan penjualan produk UKM, untuk selanjutnya diikuti dengan peningkatan produksi dan produktifitas UKM pun bisa naik. “Tantangan UKM digital selanjutnya adalah bagaimana bisa menjaga kontinuitas dan kualitas produk. Kalau ini bisa dilewati, maka UKM tersebut akan sukses dan cepat berkembang,” tambahya.

Menkop juga menyampaikan penghargaannya kepada PT Telkom yang begitu men support program digitalisasi UKM. ” Saya melihat sendiri kesungguhan Telkom dalam membangun kampung UKM digital ini di berbagai daerah, tingggal kuta mensinkronkan program ini dengan PLUT,” tambah Menkop yang jugan pernah menjabat walikota Denpasar ini.

Kementerian Koperasi dan UKM sendiri menargetkan 50% dari 49 PLUT KUKMK bakal jadi klinik bisnis Kampung UKM Digital hasil kerjasama dengan PT Telkom.

“Secara bertahap dari 49 PLUT- KUKMK yang ada di 25 propinsi dan 24 Kabupaten diseluruh Indonesia akan jadi kampung UKM Digital, yang menjadi klinik bisnis bagi sentra
usaha KUKMK setempat, ujar Deputi Bidang Restrukturissi Usaha Kemenkop dan UKM,
Yuana Sutyowati dalam kesempatan yang sama.

Yuana mengaku target itu cukup menantang, akrena untuk mencapainya harus melihat juga kemampuan Pemda setempat yang sudah diserahi mengelola PLUT dan juga Telkom wilayah. Dari 49 PLUT KUKM yang ada sudah 19 yang diserahterimakan kepada Pemda untuk dikelola. “Yang jelas nantinya semua PLUT akan masuk era digitalissasi,” tegasnya.

Dengan diresmikannya PLUT- KUKMK Cianjur sebagai pusat Kampung UKM Digital di sekitar Cianjur, maka kini sudah tiga PLUT yang sudah masuk era digitalisasi, yaitu
PLUT Sukabumi, Kota Banjarbaru Kalsel, dan PLUT Cianjur. “Dalam waktu dekat
akan diremsmikan Kampung UKM digital di PLUT Subang Jawabarat dan PLUT Kendar
Sulawesi Tenggara,” jelas Yuana,

Dalam kesempatan itu Yuana, mewakili Menkop dan UKM juga menyerahkan sejumlah program strategis kepada pelaku UMKM di Kab Cianjur, mulai dari penyerahan Ijin Usaha
Menengah Kecil (IUMK) , Nomor Induk Koperasi (NIK), Akta Koperasi, Hak Cipta
sampai penyerahan Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari BRI, Bank Mandiri dan BNI.

Yuana menambahkan, tujuan lain kerja sama pendampingan digitalisasi tersebut adalah
untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing koperasi dan UMKM melalui
sinergitas peran PLUT-KUMKM dengan Kampung Digital UKM Telkom. “Selain itu
juga untuk optimalisasi peran PLUT KUMKM dan Kampung Digital UKM Telkom untuk peningkatan kualitas dan akses pemasaran produk koperasi dan UMKM,” ujar Yuana.

Program Kampung UKM Digital PT Telkom merupakan katalisator terciptanya ekosistem bisnis melalui pemanfaatan Information Communication and Technology
(ICT) secara komprehensif dan integratif, untuk mendukung usaha KUMKM.

“Dalam pelaksanaannya, pengembangan Kampung UKM Digital dilakukan dengan optimalisasi PLUT-KUMKM yang telah mendampingi UMKM di sentra-sentra produksi,” kata Yuana.

Tempat Ideal UKM Digital

Sementara itu Yoyo Setyono, EVP Divisi Bisnis Services PT Telkom yang mewakili Direkti PT
Telkom dalam peresmian Kampung UKM Digital di PLUT Cianjur mennyatakan siap mendukung Kemenkop dan UKM dalam mewujudkan digitalisasi di seluruh PLUT.

“Bagi Telkom, sinergi dengan Kemenkop dan UKM ini sangatlah bermanfaaat untuk memperluas penetretasi digital sekaligus memajukan para pelaku UKM, apalagi selama ini dalam mengembangkan Kampung UKM Digital, kami juga terkendala soal
tempat dan komunitas bisnis, dan adanya PLUT ini sangatlah membantu kami” katanya.

Telkom sendiri sudah meendirikan 509 Kampung digital diberbagai daerah. Ini jaub diataas target awal yang Cuma 300. “Kami malah menargetkan mendirikan 1.000 kampung UKM digital pada tahun ini. Adanya PLUT KUKMK sangatlah membantu,
karena selain tempat lokasi dan bangunannya sangat representatif, disitu juga banyak komunitas pelaku usaha UMKM” katanya.

Yoyo menambahkan, Telkom mendorong para pelaku UKM untuk memanfaatkan ICT secara komprehensif dan integratif, untuk mendukung bisnis yang berjalan di Kampung UKM yang diluncurkan sejak Juli 2015 dalam rangka mewujudkan UKM yang maju, mandiri, dan modern.

Previous articleAparat Didesak Tindak Tegas Penyerangan Ahmadiyah
Next articleResmikan Rusun PMT, Presiden: Bukti Nyata Cita-cita Buya Hamka