Jakarta, PONTAS.ID – Anggota Komisi XI DPR Ahmad Junaidi Auly mengatakan Indonesia saat ini tengah mengalami ketimpangan ekonomi yang sangat serius dan berpotensi besar menyebabkan disintegrasi bangsa.
“Pemerintah harus mengambil langkah konkret dengan mengeluarkan kebijakan yang benar-benar pro rakyat kecil,” kata Junaidi dalam keterangan pers, Selasa (6/3/2018).
Menurutnya, jika ketimpangan ini terus dibiarkan akan berdampak buruk terhadap integrasi bangsa karena ketimpangan tersebut tak mencerminkan nilai pancasila yaitu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
Data dari LPS mengatakan, pada november 2017, sekitar 64 persen dari total 5.279 triliun simpanan yang ada di perbankan nasional dikuasi oleh 0,2 persen orang terkaya negeri ini. Data lain menunjukkan pertumbuhan 40 orang terkaya di Indonesia empat kali lebih cepat dari pertumbuhan ekonomi nasional selama 2006 – 2016. Begitu juga dengan petani kita yang sebagian besar hanya memiliki lahan kurang dari 2 hektar.
“Ketimpangan yang sangat serius ini membuat Indonesia menempati peringkat keempat sebagai negara dengan tingkat kesenjangan tertinggi di dunia dan jika tidak ditangani dengan serius bisa menghambat pertumbuhan ekonomi kita yang belum juga mencapai target,” ujarnya.
Selain itu, junaidi juga menekankan pemerintah harus lebih memprioritaskan keberpihakannya pada sektor Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang sudah terbukti membangun ekonomi kerakyatan sehingga ekonomi masyarakat bisa tumbuh dan angka kemiskinan bisa berkurang.




























