Kereta Cepat Jakarta-Bandung Diprediksi Molor

Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung, (Foto:Ist)

Jakarta, PONTAS.ID – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno mengatakan, hingga saat ini suntikan pinjaman untuk proyek kereta cepat Jakarta-Bandung masih dari China Development Bank (CDB). Namun, dia mengaku tidak terlalu mempermasalahkan hal ini, lantaran pihaknya belum membutuhkan suntikan tersebut.

Dia mengatakan, konsorsium kereta cepat Jakarta-Bandung baik dari China Railway International ataupun dari PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI) sudah mengeluarkan sejumlah modal untuk pembangunan proyek prestisius itu. Sehingga, pinjaman dari CDB yang tak kunjung cair tidak terlalu dipermasalahkan.

“Pada dasarnya ini sudah jalan y,a karena kita semua sudah masukin modal ya. Dari pihak sana sudah masukin modal, dari kita sudah. Cuma jumlahnya tanya ke tim soalnya lupa,” kata Rini Soemarno selaku Menteri BUMN, Jakarta, Senin (19/2/18).

Jumlah pinjaman yang akan diberikan oleh CDB sendiri mencapai 4,9 miliar dollar AS. Untuk tahap pertama, rencananya akan cair sekitar 500 juta Dollar AS atau Rp6 triliun. Pembangunan kereta cepat tersebut diperkirakan molor dan baru terealisasi pada Oktober 2020 atau 32 bulan setelah pembebasan lahan di Halim Perdanakusumah rampung pada bulan ini.

“Kalau jumlah yang di disburst kan dibicarakan disburst pertama itu sekitar 500 juta Dollar AS atau Rp6 triliunan. Tapi sekarang ini belum dibutuhkan, karena masih menggunakan modal yang ada, baik dari partner kita China atau dari kita,” tutur dia.

 

Previous articlePBB Siap Pidanakan Komisioner KPU
Next articleMenteri PUPR Menangis Lihat Kerusakan Stadion GBK