Dampak Kemacetan, Polda Minta Pemprov DKI Buka Akses Jalan

Halim Pagarra Dirlantas Polda Metro Jaya, (Foto:Ist)

Jakarta, PONTAS.ID – Direktorat Lantas Polda Metro Jaya merampungkan kajian tentang penutupan Jalan Jati Baru, Tanah Abang, yang digunakan untuk pedagang kaki lima (PKL). Hasilnya, Gubernur DKI Jakarta diminta untuk membuka kembali akses jalan lantaran berdampak kepada kemacetan.

Hal tersebut merupakan hasil dari kajian yang rencananya akan disampaikan Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Halim Pagarra kepada Anies pekan ini. Rekomendasi untuk membuka kembali Jalan Jatibaru, kata Halim, juga didasarkan pada aksi unjuk rasa yang dilakukan sopir angkutan kota di Balai Kota, Senin (22/1/18). Menurutnya, unjuk rasa sopir angkot yang menuntut pembukaan jalan Jatibaru itu merupakan salah satu dampak dari kebijakan penutupan jalan Jatibaru.

“Minggu ini saya serahkan kajiannya. Dimaksimalkan fungsi jalan tersebut. Jalan itu untuk kendaraan bukan untuk PKL. Kami juga melihat dampak kemacetan, kemudian pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas untuk mengetahui daripada kebijakan yang diberikan Pemerintah Daerah,” kata Kombes Halim Pagarra selaku Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu, (24/1/18).

Halim menegaskan, penutupan jalan Jatibaru yang digunakan untuk PKL tidak tepat. Seharusnya, pemerintah membuka atau mencari tempat yang layak untuk para PKL dengan tidak mengalihfungsikan jalan tersebut.

Pelarangan pemindahan PKL ke Jalan Jatibaru Raya dinilai melanggar sejumlah aturan, yakni Pasal 5 dan 7 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan serta Undang-Undang Nomor 38 Tahun 2004 tentang Jalan.

Dalam Pasal 63 Undang-Undang Jalan disebutkan, barang siapa melakukan kegiatan yang berakibat terganggunya fungsi jalan bisa dikenakan denda Rp 1,5 miliar atau penjara 18 bulan. Tak hanya itu, kebijakan penutupan Jalan Jatibaru untuk PKL juga dinilai telah menabrak Peraturan Daerah DKI Jakarta.

“Kami berpihak kepada rakyat kecil, seyogyanya rakyat kecil itu diberikan tempat yang layak, yang tidak melanggar aturan,” ujarnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here