Setelah La Nyalla, Giliran Prabowo Dipanggil Bawaslu

Ketua Umum Gerindra, Prabowo Subianto

Surabaya, PONTAS.ID – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Jawa Timur (Jatim) akan melayangkan surat pemanggilan terhadap Ketua Umum Gerindra, Prabowo Subianto. Pemanggilan Prabowo menunggu hasil pemeriksaan terhadap Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur La Nyalla Mahmud Mattalitti.

“Kami menunggu hasil klarifikasi (La Nyalla). Nanti kalau memang ditemukan bukti permulaan dan kalau diperlukan klarifikasi kepada Ketua Umum Partai Gerindra, maka akan kami panggil pula,” kata Ketua Bawaslu Jawa Timur, Aang Kusnaifi, Jumat (12/1/2018).

Ditegaskan Aang, pihaknya tetap akan menindaklanjuti kasus mahar politik ini meskipun yang bersangkutan (La Nyalla) belum mendaftarkan diri sebagai calon kepala daerah.
‘Sebab, sesuai dengan amanah Undang-Undang Pilkada, Bawaslu memiliki kewenangan untuk mengawasi dan menindak adanya aktivitas mahar politik. Ini sebagai bentuk mengikis praktik mahar politik. Bawaslu Jatim berkewajiban menindak,” kata Aang.

Hancurkan Demokrasi
Sementara, untuk pemanggilan La Nyalla, Bawaslu kata Aang akan melayangkannya besok Sabtu (13/1/2018), “Untuk dilakukan klarifikasi seperti apa kejadiannya,” ucap Aang.

Sementara dari Jakarta, anggota Bawaslu RI, Muhammad Afifuddin serta Rahmat Bagja menyampaikan, bahwa Bawaslu RI mendorong Bawaslu Jatim untuk melakukan klarifikasi.

Pernyataan tegas juga disampaikan komisioner Komisi Pemilihan Umum RI (KPU) Pramono Ubaid Thantowi, “Mahar politik adalah pelanggaran dalam Undang-undang Pilkada. Walaupun tidak ada kerugian negara, tetapi itu menciderai nilai demokrasi,” kata Pramono.

Mahar 40 Miliar
Sebelumnya dikabarkan, La Nyalla memutuskan untuk tidak lagi menjadi kader Partai Gerindra karena kesal dengan permintaan Prabowo Subianto yang mengharuskan dirinya menyiapkan uang sebesar Rp 40 miliar.

La Nyalla mendapatkan surat mandat dari Prabowo pada 11 Desember laludengan masa berlaku 10 hari.
Dalam surat nomor 12-0036/B/DPP-GERINDRA/Pilkada/2017 itu dijelaskan bahwa nama La Nyalla sebagai cagub Jatim sedang diproses DPP Partai Gerindra.

Salah satu kelengkapan pemenangan, ucap La Nyalla, ia sempat diminta uang Rp 40 miliar oleh Prabowo. Uang itu digunakan untuk saksi dalam Pilkada Jatim.

Permintaan itu disampaiak pada La Nyalla saat melangsungkan pertemuan dengan Prabowo di Hambalang, Bogor, Sabtu (10/12/2017) tahun lalu. Dan bertepatan dengan pengumuman Mayjen (Purn) Sudrajat sebagai calon gubernur Jawa Barat dari Gerindra. “Yang minta Bapak Prabowo, kok,” kata La Nyalla. (Knt/Tim)
Editor: Hendrik JS

Previous articleJoachim Loew Akan Gantikan Zidane di Real Madrid?
Next articleKPK Tangkap Fredrich Yunadi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here