Kriminalisasi Pilkada, Tudingan Demokrat Dekati Kenyataan

Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat Hinca Panjaitan

Jakarta, PONTAS.ID – Kapolda Kalimantan Timur Irjen Safaruddin membantah memaksa Syaharie Jaang untuk maju mendampingi dirinya dalam Pilkada Kalimantan Timur mendatang. Namun, Safaruddin mengakui pada 25 Desember 2017 pernah menelepon untuk memastikan ulang kesediaan Jaang berpasangan dengan dirinya, ternyata permintaan itu ditolak Jaang.
Safaruddin diketahui telah mendaftar sebagai bakal calon gubernur di PDI-P.

Kemudian pada tanggal 26 Desember 2017, Jaang yang merupakan Wali Kota Samarinda itu, dilaporkan ke Bareskrim Polri, hal ini diketahui berdasarkan pernyataan Sekjen Partai Demokrat, Hinca Panjaitan di DPP Partai Demokrat Rabu malam tadi.
Hari berikutnya, tanggal 27 dan 29 Desember 2017 Jaang mendapatkan surat dari Kepolisian untuk pemeriksaan.
“Maka secara etika politik tidak baik kalau sudah berjalan. Kalau tidak, maka akan ada kasus hukum yang akan diangkat,” kata Hinca.

Sementara itu, dalam bantahannya, Safaruddin mengatakan, Jaang dan dirinya sebelumnya sama-sama mendaftar ke PDI Perjuangan.
“Kemudian beberapa kali ke PDI-P minta pasangan dengan saya, gitu kan. Kalau memang maksa, cek apa kalimat saya dan di mana tempatnya,” ujar Safaruddin di kompleks Mabes Polri, Jakarta, Kamis (4/1/2018).

Safaruddin mengatakan, dirinya pernah sekali bertemu dengan Jaang pada 28 November 2017, sampai akhirnya komunikasi melalui telepon pada 25 Desember 2017. “Kalau memang pak Jaang tidak bisa memastikan pasangan dengan saya, kita jalan saja sendiri-sendiri saja,” kata Safaruddin, menirukan ucapannya ke Jaang.

Safaruddin tidak tahu apakah di luar pengetahuannya, PDI-P berkomunikasi dengan Jaang, “Yang jelas, komunikasi saya dengan Jaang hanya terjadi dua kali. Komunikasi yang dilakukan pun biasa saja, tanpa ada pemaksaan,” tutupnya.
Editor: Hendrik JS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here