Era Anies-Sandi Delman Kembali Masuk Monas

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno

Jakarta, PONTAS.ID – Wakil Gubernur Jakarta Sandiaga Salahuddin Uno akan mengizinkan delman beroperasi di area Monumen Nasional, Jakarta Pusat. Nantinya, delman-delman tersebut akan ditata dengan baik untuk meningkatkan pariwisata Ibu Kota.

Menurut Sandiaga, setelah pemerintah DKI memperbolehkan delman beroperasi di dalam Monas, lapangan pekerjaan baru akan tercipta.

“Aspek keselamatan, aspek kesehatannya penting, lapangan kerja tercipta. Dan saya pengen lihat berapa lapangan kerja yang tercipta setelah ada yang ngurus delmannya, ngurus kudanya,” ujar Sandiaga di Balai Kota Jakarta.

Diketahui, pada era kepemimpinan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), pemerintah DKI melarang angkutan tradisional delman digunakan sebagai angkutan wisata di lapangan Monas karena terditeksi terkena penyakit.

Sandiaga menuturkan, Ahok melarang delman di Monas karena banyak menemukan delman yang sakit. Tetapi, pemerintah DKI, kala itu, tidak memperhatikan kesehatan delman.

“Makanya harus diperiksa juga kesehatannya, makanya nanti akan kita lihat kelompok pemerhati masalah hewan khususnya kuda,” kata Sandiaga.

Sebelum ada Monas, Sandiaga mengatakan, delman sudah ada di Jakarta. Untuk itu ia tidak ingin delman dihilangkan dari Ibu Kota.

Belum lama ini akun Instagram Jakarta Animal Network (JAAN ) memposting foto matinya seekor kuda di Jalan KH. Wahid Hasyim, Menteng, Jakarta Pusat. Dalam keterangan fotonya, JAAN menerangkan kuda tersebut jatuh karena kelelahan setelah dipaksa lari oleh pemiliknya di jalan ibu kota. Karena itulah JAAN menolak wacana pemerintah DKI memperbolehkan delman beroperasi di Monas.

“Ditolak karena mereka bukan pemerhati delman. Tapi kesehatan daripada kudanya itu yang harus diperhatikan,” jelasnya.

Kuda delman berwarna putih yang jatuh tersungkur karena terperosok ke lubang, Minggu (19/11/2017), mengalami patah kaki bagian kiri depan. Kini, kuda tersebut telah disuntik mati.

“Tadi saya abis dapat (postingan) oleh dokter-dokter, bahwa delman kuda patah kakinya, terus disuntik mati dikubur rupanya,” pungkasnya.

Penulis: Hendrik Simorangkir

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here