
Jakarta, PONTAS.ID – Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate mengharapkan pelaksanaan vaksinasi yang berlangsung lebih cepat akan membantu kecepatan pemulihan kesehatan nasional. Hal ini disampaikan Johnny saat meninjau pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 tahap kedua bagi awak media di DKI Jakarta, di Hall Basket, Senayan, Jakarta, Selasa (16/03/2021).
“Kita harapkan rekan-rekan media yang saat ini melakukan vaksinasi yang kedua, setelah itu bisa menghasilkan imunitas tubuh yang lebih kuat, sehingga dengan demikian bisa bekerja di garis depan dengan lebih efektif lagi,” ujarnya Johnny.
Johnny menegaskan, pelaksanaan vaksinasi berjalan lancar dan di waktu yang tepat karena proses kerja sama lintas kementerian dan lembaga, pemerintah pusat dan daerah bersama seluruh komponen masyarakat dan ekosistem terkait.
“Kita pun berharap melalui kerja sama dengan proses vaksinasi yang cepat, dengan kemampuan vaksinator yang cekatan. Dengan demikian, maka pemulihan ekonomi, aktifitas masyarakat, kegiatan kebudayaan bisa kita lakukan bersama-sama,” ungkapnya.
Menkominfo juga mengapresiasi kerja sama baik Kementerian Kesehatan, Kementerian Kominfo, Dewan Pers dan Persatuan Wartawan Indonesia yang telah menyiapkan pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 dengan baik.
“Sehingga proses vaksinasi tahap pertama bisa berlangsung dengan baik, dan selanjutnya vaksinasi kepada rekan-rekan media di tahap kedua dan di daerah-daerah bisa dilakukan dengan lebih cepat dan lebih lancar,” tandasnya.
Menkominfo menyatakan Vaksinasi Covid-19 tahap kedua ini dilakukan oleh 28 tim dari petugas kesehatan di DKI Jakarta dan dibantu oleh petugas tim dari Jawa Barat.
“Proses vaksinasi berjalan dengan sangat baik mulai dari pendaftaran, proses dan alur pergerakan penerima vaksin, bagus sekali. Dan hasil akhirnya ternyata setiap vaksinator bisa melakukan vaksinasi, tadi setengah hari saja sudah ada yang bisa 40 (penerima Vaksinasi),” jelasnya.
Hak Penerima Vaksinasi
Oscar Primadi, Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan menegaskan, awak media yang belum divaksinasi, baik tahap pertama dan kedua, tetap mempunyai hak yang sama.
“Teman-teman bisa divaksinasi, jika tidak bisa di sini bisa di tempat lain, karena kan ada empat basis antara lain institusi pelayanan kesehatan seperti puskesmas dan rumah sakit, institusi kementerian dan lembaga, tempat pelayanan umum seperti yang dilakukan di Senayan dan melalui drive thru melalui kerja sama dengan startup yang ada,” jelasnya.
Pemerintah, kata Oscar membuka akses seluas-luasnya agar masyarakat dapat mencapai herd immunity.
“Tidak hanya di Jakarta, di daerah juga akan diberlakukan sama. Jadi sekali lagi, jangan khawatir vaksin untuk semua, kesehatan untuk semua, kita akan mampu mengendalikan ini. Optimis bahwa ini semua akan berjalan dengan baik,” tandasnya.
Dalam kesempatan itu, Oscar juga mengapresiasi kerja sama yang baik antara Kementerian Kominfo, Kementerian Kesehatan, Dewan Pers dan PWI serta semua pihak yang terlibat.
“ini sebuah kolaborasi yang luar biasa karena semuanya mempunyai semangat yang sama, bahwa kita ingin mengendalikan pandemi ini dengan mendapatkan herd immunity. Dengan mendapatkan pengendalian kematian dan kesakitan dari Covid-19 ini, dan juga tentunya meningkatkan produktivitas kita,” ujarnya.
Menurut Oscar, pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 secara umum merupakan kebijakan yang berpihak pada masyarakat. Hal itu dilihat dari semarak yang luar biasa atas kerja yang berlangsung.
“Kita bergerak bersama-sama dalam konteks ini. Jadi sekali lagi, kolaborasi ini bagian penting yang harus kita lakukan di saat kita memerangi pandemi ini, karena tanpa itu saya yakin kita tidak akan bisa, kementerian kesehatan tidak bisa sendiri. Jadi sekali lagi hal-hal seperti inilah yang kita lihat,” jelasnya.
Sekjen Kemenkes menjelaskan bahwa sebanyak 17 juta sasaran untuk pekerja pelayanan publik yang akan divaksinasi pada tahap ini harus dilakukan bersama-sama. “Alhamdulillah ini sudah bergerak luar biasa dengan dinamisasi yang kuat,” katanya.
Dalam peninjauan itu, juga diikuti Anggota Dewan Pers, Agus Sudibyo.
Penulis: Heru Mindarto
Editor: Rahmat Mauliady



























