Jakarta, PONTAS, ID – Pengamat Kebijakan Publik dari Universitas Trisakti, Trubus Rahadiansyah, menilai, janji Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan yang akan menata kawasan Tamansari, Jakarta Barat, pasca terjadinya insiden kebakaran beberapa waktu lalu, dinilai hanya sekedar wacana belaka.
Trubus melihat, kedatangan Anies pasca insiden tersebut hanya sekedar seremonial pencitraan dengan janji penataannya. Bahkan, Trubus mengatakan, Anies hanya Omdo (omong doang) terkait ucapannya bakal menata Tamansari. Trubus juga memiliki alasan kuat terkait hal tersebut.
Menurut Trubus, Anies sama sekali tak memiliki rencana untuk mengatasi kebakaran di pemukiman padat dalam sederet programnya. Bahkan, program yang paling dekat dengan itu, yakni Community Action Planning (CAP) sama sekali membicarakan penanggulangan kebakaran.
“Yang ada hanya program penataan 16 kampung kumuh dengan pendekatan soft infrastructure, yaitu pendekatan sosiologis-ekonomis dimana pendekatan ini lebih menekankan pemberdayaan masyarakat berpenghasilan rendah,” kata Trubus di Jakarta, Jumat (16/2/2018).
Trubus menyebut penataan kawasan Tamansari yang padat tak akan cukup lewat program CAP. Ia membeberkan, kawasan Tamansari memiliki riwayat kebakaran yang cukup banyak.
Diperkirakan dalam kurun waktu 11 tahun telah terjadi sekitar 12 kali kebakaran melanda Kecamatan Tamansari. Bahkan, tak hanya pemukiman, kebakaran sempat terjadi di Vihara hingga gedung.
Ia mengungkapkan, perlu kebijakan lebih dalam untuk menuntaskan kebakaran dari kawasan Tamansari, apalagi Jakarta, “Perlu kebijakan publik yang komprehensif untuk mewujudkannya,” ujar Trubus.
Status Tanah
Trubus mengakui belum ada gubernur DKI mampu membuat program seperti itu. Persoalan paling rumit di wilayah tamansari, menurutnya adalah soal status kepemilikan tanah. Adapun sebagian besar kepemilikan tanah tidak jelas dan bahkan tumpang tindih.
Ia mengatakan, perlu kebijakan konsolidasi mengatasi hal itu berupa kebijakan pertanahan mengenai penataan kembali penguasaan, dan penggunaan tanah serta usaha pengadaan tanah untuk kepentingan pembangunan.
“Kebijakan ini penting dilakukan Pemprov DKI agar permasalahan tamansari dapat segera diatasi secara konkrit dan komprehensif. Apakah ini ada dalam program CAP Gubenur Anies-Sandi?,” ucap Trubus.
Ditambah lagi, kata dia, Anies mesti memiliki nyali besar di Tamansari.
Trubus mengatakan, Tamansari dikenal sebagai wilayah sentra etnis tertentu. Selain itu, lanjutnya, banyak stakeholder, banyak pemain, dan banyak jaringan ke penguasa yang pada akhirnya menjadi salah satu penyebab kumuhnya kawasan itu.
Sehingga, menurut Trubus, akan banyak tekanan ketika hendak menata kawasan Tamansari.
Macan Ompong
Trubus menyarankan Anies jangan hanya jadi macan ompong yang hanya sekedar pencitraan. Serta, pandai beretorika seperti gubernur-gubernur DKI sebelumnya.
Ia mengaku, punya penilaian sama bahwa gubernur DKI sebelum Anies tak mampu mengatasi tekanan-tekanan tertentu dalam kebijakannya.
“Makanya publik kini menunggu keberanian Anies-Sandi menata Tamansari,” kata Trubus.
Untuk diketahui, kebakaran melanda pemukiman padat penduduk di Krukut, Tamansari, Jakarta Barat, sekitar pukul 02.30WIB, Sabtu (27/1/2018) lalu. Kebakaran ini menghanguskan permukiman di 10 RT dengan luas wilayah terdampak sekitar 3.500 meter persegi dan membuat 2.000 jiwa mengungsi.
Penulis: Edu
Editor: Hendrik JS



























