Jakarta, PONTAS.ID – Pemerintah kembali mendatangkan 1,8 juta dosis vaksin dari Sinovac. Total, sudah ada 3 juta dosis Vaksin Sinovac ada di tanah air.
Anggota Komisi IX DPR RI, Muchamad Nabil Haroen, meminta agar pemerintah secara cepat untuk mendistribusikan vaksin tersebut kepada masyarakat. Menurutnya, sudah hampir satu tahun mengalami pandemi COVID-19.
“Kami dari Komisi IX ingin agar vaksin bisa terdistribusi cepat dan warga bisa mendapatkan vaksin. Kita sudah hampir setahun mengalami pandemi, tentu harus ada upaya serius agar bangsa Indonesia bisa bangkit melawan pandemi ini,” ujar Nabil, Jumat (1/1/2021).
Meski demikian, Nabil menyebut Vaksin Sinovac masih mendapat kritik di beberapa negara. Karenanya, dia meminta kepada pemerintah untuk memastikan agar semua hal terkait Vaksin Sinovac aman.
“Vaksin sinovac ini kan masih dalam proses. Di beberapa negara juga ada laporan, bahwa Sinovac dikritik karena beberapa hal, baik dari sisi klinis maupun prosedurnya. Jadi kita beri waktu agar semuanya menjadi baik, sesuai prosedur, dan tingkat keamanan tinggi. Ini akan baik untuk semua pihak.,” katanya.
“Waktu vaksinasi ya jika vaksin sudah dinyatakan siap, aman dan teruji kualitasnya. Saya berharap bisa segera mungkin, dan pemerintah sudah bekerja keras agar distribusi vaksin bisa segera. Tapi, kan ada aturan khusus dalam bidang medis yang harus kita ikuti. Jadi, kita usahakan agar semua menjadi baik,” imbuhnya.
Diketahui, sebanyak 1,8 juta dosis vaksin COVID-19 dari Sinovac resmi tiba di Indonesia hari ini. Dengan demikian, total vaksin Sinovac yang berada di Indonesia berjumlah 3 juta unit.
“Ini merupakan pengiriman batch kedua, setelah pengiriman batch pertama sebesar 1,2 juta dosis pada tanggal 6 Desember 2020. Dengan ketibaan ini, maka telah terdapat 3 juta vaksin jadi Sinovac yang berada di Indonesia,” kata Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi.
Penulis: Luki Herdian
Editor: Riana



























