Jakarta, PONTAS.ID – Grab bersiap menghadapi waktu sulit pasca-COVID-19, karena pandemi itu telah berdampak terhadap pendapatan perusahaan.
Meski ada kenaikan dalam pengiriman barang, bisnis utama Grab tetap mengalami penurunan.
“Pendapatan keseluruhan lebih rendah dibandingkan sebelum COVID-19 (terjadi). Kami sedang mempersiapkan skenario terburuk yang berpotensi melahirkan masa sulit yang sangat panjang,” kata Co-Founder Grab, Tan Hooi Ling, Jumat (15/5/2020).
Untuk itu, perusahaan mengambil langkah efisiensi dan menghemat pengeluaran. Sayangnya, ia tak merinci langkah seperti apa yang akan Grab ambil?
Di kesempatan berbeda, CEO Grab, Anthony Tan menyebut pandemi sebagai krisis tunggal terbesar yang memengaruhi perusahaan yang ia dirikan itu.
Menurut Tan, volume bisnis transportasi daring Grab menurun hingga dua digit di sejumlah negara operasionalnya.
Penulis: Luki Herdian
Editor: Hendrik JS




























