Tangani Covid-19, Bupati Karo Imbau Warga Ikut Anjuran Pemerintah

Kabanjahe, PONTAS.ID – Bupati Karo, Terkelin Brahmana mengingatkan jajarannya agar selalu memantau dan melakukan sosialisasi kepada masyarakat setiap anjuran Pemerintah yang sudah terkini seperti jaga jarak (physcal distancing), rajin cuci tangan maupun menggunakan masker.

Hal ini disampaikan Bupati saat menggelar konferensi video dengan jajarannya di ruang Comand Center Kabanjahe, Senin (6/4/2020) siang.

“Begitu juga masyarakat dari luar Tanah Karo yang baru pulang kampung ataupun mudik , agar didata dan diimbau kepada masyarakat sadar untuk isolasi mandiri selama 14 hari, guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19,” kata Bupati

Dalam kesempatan itu, Camat Kuta Buluh Josua Sebayang dan Camat Tiga Nderket Syukur Brahmana mengatakan bahwa pelaksanaan protokol Covid-19 sudah diterapkan serta telah meneruskan himbauan ke desa desa agar tidak berkerumun, menjaga jarak, rajin cuci tangan serta menggunakan masker bila keluar rumah.

Di sisi lain terkait masyarakat pendatang yang baru pulang dari luar, Josua menerangkan telah melakukan pendataan dan pengawasan.

“Khusus di wilayah Kutabuluh untuk WNA pekerja di PT Wampu Elektric Power (WEP) yang memasuki Kabupaten Karo sudah diterapkan sistem isolasi mandiri di kota Medan selama 14 hari sebelum masuk areal perusahaan,” katanya

Sementara, Wakil Bupati Karo Cory Seriwaty br Sebayang mengapreisasi apa yang telah dilakukan jajaran Camat , Namun demikian protokol dan pelayanan terus ditingkatkan secara berkala,” kata dia.

Ditambahkan Cory, apabila jajarnnya menemui kendala agar segera melaporkan ke Ketua Gugus Tugas Pencegahan Covid-19. Selain itu dia juga meminta tenaga para medis di puskesmas selalu melakukan kordinasi dengan dinas kesehatan, “Apabila menemui sejumlah masalah terkait peralatan yang belum memadai. Guna diambil langkah-langkah yang terbaik,” kata Cory

Hal serupa dikatakan Sekda Kabupaten Karo, Kamperas Terkelin Purba, “Sependapat dengan yang disampaikan ibu Wakil Bupati, bahwa tenaga kesehatan harus tepat waktu selama dalam penanganan wabah Covid-19,” harapnya.

Yang terpenting lanjut Kamperas jika berhubungan dengan sesak nafas, “Setiap Puskesmas harus memastikan ada tabung oksigen guna membantu pasien yang terkena sesak, hal ini jangan sepele, tentu diikuti SOP yang ada,” tutupnya.

Kegiatan ini turut dihadiri Kalak BPBD, Martin Sitepu, Kepala Bappeda, Nasib Sianturi, Kadis Kesehatan, Irna Safrina, Ka DPKPAD, Andreasta Tarigan serta Kadis Kominfo Jonson Tarigan.

Penulis: Aston Sembiring
Editor: Idul HM

Previous articleAntisipasi Covid-19, Bupati Karo Kebut Realokasi Anggaran
Next articlePemkab Sergai Siapkan Jaring Pengaman Sosial Atasi Dampak Covid-19