Tutup Jalan Inspeksi, PKLH Panggil Pengembang

Jakarta, PONTAS.ID – Bagian Penataan Kota dan Lingkungan Hidup (PKLH) Jakarta Utara bakal melakukan pemanggilan terhadap pengembang yang menutup Jalan Inspeksi Teluk Intan, RW.13, Kelurahan Penjagalan, Kecamatan Penjaringan.

Kepala Bagian PKLH Jakarta Utara, Ardan Solihin menegaskan, Jalan Inspeksi tidak diperbolehkan ditutup oleh siapapun meski milik perorangan.

“Meskipun itu punya pribadi, namanya Jalan umum harus dibuka. Namanya Jalan Inspeksi suka tidak suka harus dibuka,” kata Ardan di kantornya, Lantai 6 Gedung Wali Kota Jakarta Utara, Selasa (17/9/2019).

Menurut Ardan, jalan pendestrian ataupun Jalan Inspeksi lima hingga enam meter tidak boleh ditutup. “Nah misalkan alat berat mau melakukan pengerukan kali atau perbaikan tanggul rusak bagaimana masuknya kalau ditutup. Harusnya Jalan Inspeksi itu sampai ke laut,” terangnya lagi.

Ardan menambahkan, saat ini pengembang yang terdampak Jalan Inspeksi Teluk Intan belum menyerahkan Fasilitas Sosial dan Fasilitas Umum (Fasos Fasum) kepada Pemerintah Daerah DKI Jakarta.

Terkait pemanggilan, Ardan mengungkapkan pihaknya sudah melayangkan surat, “Pekan depan tanggal 25 September 2019 akan kami panggil untuk rapat di Wali Kota Jakarta Utara,” terangnya.

Silang Pendapat
Sebelumnya, anggota Dewan Kota Jakarta Utara, Ridwan Hakim mempertanyakan keberadaan pagar setinggi dua meter yang menutup akses Jalan Inspeksi Teluk Intan.

“Itukan Jalan Inspeksi, jadi warga dari manapun dan siapapun bebas melewati jalan tersebut,” ujar Ridwan beberapa waktu lalu.

Sedangkan Camat Penjaringan, Jakarta Utara, M Andri bersikukuh tanah yang merupakan Jalan Inspeksi Teluk Intan milik pribadi (Perorangan).

“Apartemen Teluk Intan kan pengembang pasti punya kewajiban, cuma kewajibannya apa, harus diperjelas dulu. Saya lagi cek ke PKLH soal Jalan Inspeksinya. Tanah yang diujun ada pemiliknya, nanti saya cek namanya,” kata Andri.

Andri menegaskan, pihaknya akan melakukan pembongkaran pagar tersebut jika ada dasrnya. “Kalau ada dasar pastinya saya mau bongkar itu gembok. Keterangan warga setempat kenapa ditutup karena banyak orang pacaran di dalam. kan itu Jalan buntu cuma masuk ke rumah itu, tapi lahannya luas jadi dia ga bisa awasin,” tandasnya.

Penulis: Edi Prayitno
Editor: Idul HM

Previous articleBangun Aliansi di Inggris, Gus AMI Paparkan Konsep Islam untuk Kemanusiaan
Next articleRini Ajak 5 BUMN Garap Proyek Tambang di Madagaskar