Pemerintah Diminta Efisiensi Cost Recovery

Ilustrasi Pengeboran Migas

Jakarta, PONTAS.ID – Komisi VII DPR sepakat dengan Plt Dirjen Minyak dan Gas Bumi, Djoko Siswanto, untuk mendorong SKK Migas melakukan upaya-upaya efisiensi penggunaan cost recovery, sehingga penerimaan negara meningkat dan lebih tinggi.

Dikutip dari laman migas.esdm.go.id, Rabu (11/9/2019), Ketua Komisi VII, Gus Irawan Pasaribu, juga mendesak Kepala SKK Migas, Dwi Soetjipto, untuk mengambil kebijakan penting  dan akuntabel dalam pengelolaan cost recovery yang mendukung investasi di sektor migas dan meningkatkan produksi migas nasional.

Selain itu, Komisi VII DPR juga meminta Kepala SKK Migas untuk mendorong PT Pertamina (Persero) dan PT Chevron Pacific Indonesia (CPI) secara bersama-sama melakukan proses alih kelola Blok Rokan dari  PT CPI dalam waktu secepatnya.

Blok Rokan merupakan blok minyak terbesar di Indonesia. Saat ini, produksinya mencapai 207.000 barel per hari atau setara dengan 26% produksi nasional.

Blok yang memiliki luas 6.220 kilometer ini memiliki 96 lapangan di mana tiga lapangan berpotensi menghasilkan minyak sangat baik yaitu Duri, Minas dan Bekasap. Tercatat, sejak beroperasi 1971 hingga 31 Desember 2017, total produksi di Blok Rokan mencapai 11,5 miliar barel minyak sejak awal operasi.

Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memutuskan untuk mempercayakan pengelolaan Blok Rokan kepada Pertamina pada 31 Juli 2018. Kontrak kerja sama bagi hasil Blok Rokan telah ditandatangani pada 9 Mei 2019.

Keputusan ini murni diambil atas dasar pertimbangan bisnis dan ekonomi setelah mengevaluasi pengajuan proposal Pertamina yang dinilai lebih baik dalam mengelola blok tersebut dibandingkan PT Chevron Pacific Indonesia.

Bonus tanda tangan yang disodorkan Pertamina sebesar US$ 784 juta atau sekitar Rp 11,3 triliun dan nilai komitmen pasti lima tahun pertama sebesar US$ 500 juta atau Rp 7,2 triliun.

Previous articleTerkait Narkoba dan Radikalisme, Wali Kota Ingatkan Kepsek dan Guru
Next articleDapat Kontrak Baru Rp 2,1 Triliun, PTPP Bangun 2 PLTU