Sang Ibu Kritis, TKI dari Malaysia Saronika br. Sinurat Tewas saat Mudik

Kondisi mobil Toyota Innova berbahan bakar solar dengan nomor polisi BK 1446 KL yang menewaskan Saronika br. Sinurat sepulang dari Malaysia, Rabu (20/2/2019)

Sergai, PONTAS.ID – Saronika br. Sinurat (27) warga Desa Huta I Habatu Desa Bandar Pulo kecamatan Bandar kabupaten Simalungun tewas mengenaskan usai mobil yang ditumpanginya menabrak tembok pembatas jalan.

Peristiwa ini terjadi di Km 73,2 Kuala Namu -Tebingtinggi, kecamatan Sei Rampah, Serdang Bedagai (Sergai) Sumatera Utara, Rabu (20/2/2019). Padahal, Saronika baru saja tiba di tanah air usai bekerja selama dua tahun sebagai TKI di negeri jiran Malaysia.

Kecelakaan ini dibenarkan Kasat Lantas Polres Sergai AKP M. Haris, “Saat ini kami masih mengumpulkan data. Nanti perkembangannya kami sampaikan melalui Humas Polres,” katanya.

Dari berbagai informasi yang berhasil dihimpun, Saronika warga warga Desa Huta I Habatu Desa Bandar Pulo kecamatan Bandar kabupaten Simalungun ini baru saja dijemput keluarganya dari bandara Kuala Namu.

Ibu Saronika, Maiday br. Marbun (62) bersama kakak iparnya, Ana Frida br Simbolon (31) serta tiga keponakan Saronika sengaja datang ke bandara Kuala Namu menjemput Saronika.

Pihak keluarga penjemput Saronika, datang mengendarai mobil Toyota Innova berbahan bakar solar dengan nomor polisi BK 1446 KL yang dikemudikan sepupu Saronika Ferdinan Panjaitan (25) yang tinggal sekampung dengan korban.

Dalam perjalanan pulang, Ferdinan mengemudikan kendaraan dengan kecepatan tinggi agar dapat segera tiba ke Perdagangan, kampung halaman korban.

Suasana yang semula penuh ceria itu apalagi Saronika yang duduk di depan (di sebelah sopir) belum puas melepas rindunya, akhirnya berubah jadi histeris. Pasalnya, Ferdinan diduga mengantuk sehingga mobil yang dikemudikannya hilang kendali.

Bersamaan, di depan Innova (searah) meluncur satu Truk Tronton BG 8062 DB bermuatan beras berjalan perlahan. Lantaran terkejut, Ferdinan pun mencoba membanting stir ke kanan jalan, tapi gagal dan bagian depan Innova sempat menghantam bagian belakang truk yang disopiri oleh Hendra Panjaitan (41).

Tak mampu menguasai kemudi, mobil yang dikemudikan Ferdinan langsung menghajar tembok pembatas jalan dengan keras. Akibatnya mobil tersebut rusak berat dan penumpangnya terlempar ke badan jalan dengan kondisi yang mengenaskan.

Sementara, Saronika karena terjepit, langsung tewas di lokasi kejadian dengan luka-luka yang cukup parah. Pengemudi truk sempat berhenti dan memberikan pertolongan dibantu warga yang melintas.

“Awalnya hanya terdengar suara senggolan saja. Setelah itu terdengar benturan keras. Aku sempat minta tolong sama sopir pick-up yang melintas, agar membawa anak kecil yang turut jadi korban. Setelah itu Polisi datang, dan aku tak tahu dibawa ke rumah sakit mana korban, karena sibuk menolong yang lain,” kata kernet truk beras, Gurning (21) di Polres Sergai.

Dari pantauan wartawan di RS Melati, Desa Pon kecamatan Sei Bamban, terdapat 2 korban yakni Ana Frida br Simbolon mengalami luka berat di kepala dan anaknya Tigor Rapi Sinurat (4,5), saat ini dalam keadaan koma.

Sementara 2 orang anak-anak lagi yakni Refani Olivia Marpaung (8) dan Dela Natalian Sinurat (6) tidak mengalami luka apapun.

Dan yang mengalami luka berat dan saat ini masih kritis dirawat di RSUD Sultan Sulaiman, yakni ibu Saronika, Maiday br. Marbun. Kondisinya saaat ini masih menunggu kedatangan pihak keluarga untuk dirujuk ke Medan.

Hingga berita ini diturunkan, jenazah Saronika br Sinurat masih masih berada di ruang instalasi jenazah RSUD Sultan Sulaiman.

Penulis: Andy Ebiet
Editor: Pahala Simanjuntak

Previous articleTertibkan Loket Bus Liar, Dishub Medan Usir 11 Perusahaan
Next articleCegah Pelecehan Anak, DPRD Medan Minta Polisi Bertindak Tegas