Jakarta, PONTAS.ID – Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya mengatakan, program adiwiyata merupakan program andalan untuk mewujudkan warga sekolah.
Nantinya kata siti, Warga sekolah tersebut bertanggung jawab dalam perlindungan pengeloaan lingkungan hidup untuk mendukung pembangunan berkelanjutan. Hal ini disampaiakan Siti dalam penyerahan dan penghargaan adiwiyata mandiri dan nasional 2018 di kantor Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Jakarta, Jumat (21/12/2018).
Adiwiyata adalah upaya membangun program atau wadah yang baik dan ideal untuk mendapatkan ilmu pengetahuan dan berbagai norma serta etika yang dapat menjadi dasar manusia menuju terciptanya kesejahteraan hidup untuk Cita-cita pembangunan berkelanjutan. Adiwiyata merupakan nama program pendidikan lingkungan hidup.
“Sesuai dengan pengertian adiwiyata , tempat ideal seseorang guna mendapatkan ilmu pengetahuan, norma dan etika dalam kehidupan sosial terutama bidang lingkungan hidup dan kehutanan,” ujar Siri Nurbaya di kantor KLHK, Jakarta, Jumat (21/12/2018).
Dia berharap, program adiwiyata ini bukan cuma sebuah aktivitas biasa, tetapi lebih menekankan pada pembinaan untuk merealisasikan sekolah peduli dan berbudaya lingkungan.
“Bangkit dalam kesadaran sekaligus lomba kesadaraan. Sekolah partisipasi peduli kebudayaan lingkungan hidup dan tetap memiliki prestasi akademik. Nanti bakal kami kembangkan, bersama kami mendorong program adiwiyata ini sebagai gerakan nasional,” jelas Siti
Penyerahan Penghargaan Adiwiyata Mandiri dan Adiwiyata Nasional ini sudah berlangsung selama 13. Pada 2018, KLHK menyerahkan nominasi penerima penghargaan kepada 875 sekolah (784 sekolah negeri dan 91 sekolah swasta) di 273 kota/kabupaten 32 propinsi.
Editor: Idul HM




























