Jakarta, PONTAS.ID – PT Pertamina (Persero) sejak awal memproyeksikan puncak kenaikan konsumsi LPG jelang lebaran terjadi pada H-1 Lebaran 2018, seiring dengan meningkatnya aktivitas masyarakat menyiapkan berbagai hidangan untuk lebaran.
Vice President Coroprate Communication PT Pertamina (Persero) Adiatma Sardjito mengatakan, untuk memudahan akses masyarakat mendapatkan LPG, Pertamina juga telah menyiapkan 31 ribu pangkalan siaga yang tersebar di seluruh Indonesia.
“Hal ini kami lakukan untuk memastikan kebutuhan konsumen akan tercukupi dan memberikan kemudahan masyarakat untuk mendapatkan LPG di pangkalan, mengingat beberapa pengecer sudah tutup atau pemiliknya mudik,” kata Adiatma, dalam keterangan resminya, Jumat (15/6/2018).
Hingga hari Rabu (13/6/2018) lalu, Adiatma mengungkapkan, penjualan LPG nasional mencapai 27.713 MT atau sudah mendekati konsumsi peak yang diproyeksikan Pertamina. Peningkatan konsumsi tersebut sudah terjadi sejak akhir pekan menjelang cuti bersama, yakni pada 9 Juni 2018.
“Kami menjamin pasokan LPG di seluruh Indonesia aman, karena stok nasional masih diatas rata-rata yakni sekitar 19 hari,”katanya.
Batas Pengawasan Pertamina
Perlu diinformasikan bahwa kebijakan penerapan distribusi LPG 3kg bersubsidi berbeda dengan non-PSO dimana Pertamina mengikuti Peraturan Menteri ESDM No.26 Tahun 2009 tentang Penyediaan dan Pendistribusian LPG.
“Telah diatur pada pasal 18 -20 tentang pendistribusian LPG dan pengguna LPG tertentu dalam hal ini adalah LPG 3Kg,” terang dia.
Untuk memperoleh LPG 3 Kg, Pertamina menghimbau agar masyarakat membelinya di lembaga penyalur resmi pendistribusian Pertamina seperti pangkalan, agen atau SPBU terdekat, dimana LPG 3 Kg dijual sesuai HET setempat.
Adapun untuk pasokan dan harga elpiji di tingkat pengecer tidak dapat dikontrol Pertamina karena pengecer bukan lembaga penyalur resmi Pertamina sehingga Pertamina kata Adiatma, hanya bertanggungjawab melakukan pengawasan sampai dengan pangkalan LPG 3kg.
Pertamina juga menghimbau masyarakat untuk membeli di agen dan pangkalan LPG resmi serta mengajak masyarakat mampu untuk menggunakan LPG Non Subsidi agar LPG bersubsidi yang diperuntukkan untuk masyarakat tidak mampu dapat tepat sasaran penggunaannya.
“Apabila membutuhkan informasi lebih lengkap dimana lokasi agen dan pangkalan terdekat dapat menghubungi Pertamina Contact Center di 1 500 000,” pungkasnya
Editor: Hendrik JS




























