Jakarta, PONTAS.ID — Kepala Satuan Pelaksana Lingkungan Hidup (Kasatpel LH) Kecamatan Tanjung Priok, Amir, menyampaikan bahwa volume sampah mengalami lonjakan signifikan pascabanjir yang melanda sejumlah kelurahan di wilayah tersebut.
Menurut Amir, peningkatan sampah terjadi sejak banjir yang berlangsung pada Minggu malam hingga Senin dini hari, 11 Januari 2026. Tidak hanya sampah harian, pascabanjir juga didominasi oleh sampah besar berupa perabot rumah tangga yang rusak akibat terendam air, seperti spring bed, bufet, bangku, dan mebel lainnya.
“Lonjakan sampah pascabanjir ini cukup signifikan dibandingkan kondisi normal. Banyak sampah rumah tangga berukuran besar yang dibuang karena sudah tidak bisa digunakan,” ujar Amir, Kamis (15/1/2026).
Ia menjelaskan, Depo Waduk Cincin (Wacin) yang bersifat terbuka menjadi titik penampungan utama. Selain menampung sampah dari tiga kelurahan, yakni Kelurahan Tanjung Priok, Warakas, dan Papanggo, depo tersebut juga kerap menjadi lokasi pembuangan sampah dari wilayah lain.
Untuk mengantisipasi penumpukan sampah, pihaknya telah berkoordinasi dengan Kepala Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Utara serta Unit Pengelola Sampah (UPS) Badan Air guna mendapatkan bantuan armada tambahan.
“Kami kerahkan 16 armada compactor yang biasa siaga di masing-masing kelurahan. Selain itu, bantuan armada dari Dinas LH juga sudah mulai beroperasi mengangkut sampah,” jelasnya.
Sebagai tambahan, di Depo Waduk Cincin saat ini tersedia lima armada truk besar, dua unit alat berat, tiga armada tronton, serta armada dump truck dan satu unit beko. Namun, Amir mengungkapkan bahwa tidak seluruh armada dapat beroperasi maksimal.
“Satu unit tronton mengalami insiden di Bantar Gebang, sementara dua armada dump truck masih dalam perbaikan. Insya Allah dalam satu hingga dua hari ke depan sudah bisa kembali beroperasi,” tambahnya.
Amir menegaskan, penanganan sampah pascabanjir akan dilakukan secara maksimal hingga kondisi kembali normal, guna mencegah gangguan lingkungan dan risiko kesehatan bagi masyarakat.
Penulis: Suwarto
Editor: Rahmat Mauliady
















