Jakarta, PONTAS.ID – Rasio elektrifikasi desa di Kabupaten Flores Timur diklaim saat ini sudah mencapai 92 persen. Dari 250 desa, sebanyak 228 desa sudah teraliri listrik. Sisanya, sebanyak terdapat 22 desa yang belum menikmati listrik. Pemerintah terus mendorong peningkatan rasio elektrifikasi desa terutama di daerah 3T.
Dukungan peningkatan rasio elektrifikasi dan perbaikan infrastruktur dasar desa dilakukan Kementerian Badan Usaha Milik Negara. Peningkatan rasio elektrifikasi desa di Larantuka, Kabupaten Flores Timur ditandai dengan bantuan kelistrikan bagi 610 RT di Kecamatan Tanjung Bunga.
Wilayah ini merupakan salah satu wilayah yang tercatat memiliki tingkat rasio elektrifikasi yang rendah dibandingkan dengan kecamatan-kecamatan lain di wilayah kabupaten Flores Timur.
Sejak pertama kali dialiri listrik pada tahun 1995, tercatat baru 4 dari 16 desa di Kecamatan Tanjung Bunga yang telah teraliri listrik. Sisanya, terdapat 12 desa yang penduduknya belum dapat menikmati listrik.
Melalui sinergi dua BUMN yaitu PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) dan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, enam desa yang meliputi Desa Kolaka, Desa Bahinga, Desa Bandona, Desa Waibao, Desa Lewobunga dan Desa Nusa Nipa, kini bisa menikmati terangnya listrik.
Menteri Rini Soemarno mengungkapkan, pemberian bantuan kelistrikan merupakan wujud nyata program BUMN Hadir Untuk Negeri dalam mendorong peningkatan rasio elektrifikasi di wilayah 3T (terluar, terdepan dan tertinggal) Indonesia. Rasio elektrifikasi provinsi NTT sebesar 53,1 persen atau terendah kedua setelah provinsi Papua 52,4 persen.
“Listrik merupakan kebutuhan dasar masyarakat, sehingga dengan bantuan yang diberikan tentunya memberikan manfaat bagi masyarakat. Ini merupakan bentuk nyata BUMN hadir untuk masyarakat di wilayah Larantuka, NTT,” kata Rini.




























