Jakarta, PONTAS.ID – Wakil Ketua Komisi III DPR, Mohamad Rano Alfath, meminta kepada Kapolda NTT Irjen Pol Daniel Tahi Monang Silitonga untuk melihat prestasi baik yang ditorehkan oleh mantan Kaur Bin Ops (KBO) Reskrim Polresta Kupang Kota Ipda Rudy Soik selama bekerja.
“Pak Kapolda pun harus melihat prestasinya dari saudara (Rudy Soik) karena banyak saya lihat di ini berapa prestasinya, termasuk yang disampaikan oleh Mbak Saras (Rahayu Saraswati) tadi prestasinya pun sebetulnya sudah luar biasa. Jadi jangan hanya gara-gara kesalahan kecil, tiba-tiba dia harus menghilangkan seluruh prestasi yang sudah ada,” kata Rano Alfath.
Hal tersebut, kata Rano, berkaitan dengan skeptisisme publik atas putusan pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH) terhadap Ipda Rudy Soik dalam penyelidikan dugaan penyalahgunaan bahan bakar minyak (BBM) di NTT.
“Ada sesuatu yang masih menjadi tanda tanya besar di masyarakat, apalagi ini sudah sangat viral Pak Kapolda, seorang anggota Polri di mana dalam hal melakukan upaya memberantas mafia BBM tiba-tiba harus menerima keputusan yang luar biasa berarti dilakukan pemecatan,” ujarnya.
Legislator asal dapil Banten ini pun berharap, kesempatan banding putusan PTDH Ipda Rudy Soik yang masih terbuka selama 30 hari ke depan, mampu menghasilkan evaluasi baik untuk meningkatkan kinerja Pori ke depan.
“Jadi nanti ini tinggal kebijaksanaan Bapak Polda, mudah-mudahan ini diberi kesempatanlah agar nanti keputusannya akan menjadi lebih baik lagi,” harapnya.
Rano menambahkan, agar Kapolda NTT tidak mengesampingkan kasus penyelidikan mafia BBM setempat yang menyebabkan kelangkaan oleh Ipda Rudy Soik, termasuk soal tindak pidana perdagangan orang (TPPO).
“Harusnya nanti fokus-nya lagi terhadap juga apa yang sudah dilaporkan oleh saudara Rudy terkait kelangkaan BBM. Nah, ini tolong dicek apa benar ada mafia BBM di sana, soal tadi ada TPPO dan lain-lain, dan ini ini harus malah menjadi sesuatu yang utama yang harus dilakukan oleh Polda NTT,” pungkas Wakil Ketua Umum DPP PKB itu.






















