FASI Desak KPK Tangkap La Nyalla Mahmmud Mattaliti soal Dugaan Kasus Korupsi Pembangunan RS Unair Surabaya

Jakarta, PONTAS.ID – Forum Aktivis Seluruh Indonesia (FASI) menggelar aksi demonstrasi di depan gedung merah putih KPK pada Jumat (21/6/2024).

Aksi dimulai pada pukul 13.00 WIB dengan jumlah massa aksi berjumlah hampir lima puluh orang dengan membawa spanduk, poster berwajah AA LaNyalla Mahmmud Mattaliti dengan tulisan KPK segera tangkap La Nyalla ikut mewarnai aksi demonstrasi tersebut.

Salah satu orator aksi Demo diatas mobil komando itu mendesak agar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) segera membuka kembali kasus korupsi pembangunan Rumah Sakit Pendidikan Unair tahun 2007-2010 dan peningkatan sarana dan prasarana RS Unair 2009 Surabaya, Jawa Timur melibatkan AA LaNyalla Mahmmud Mattaliti pada tahun 2009.

“Kami dari FASI menyuarakan dua tuntutan kepada lembaga anti rasuah tersebut. Yakni, pertama mendesak KPK RI membuka kembali dugaan kasus korupsi di Jawa Timur yang diduga melibatkan AA LaNyalla Mahmmud Mattaliti. Dan kedua FASI juga mendesak KPK agar dapat mendalami keterlibatan LaNyalla Mahmmud Mattaliti soal dugaan korupsi dana hibah Pemprov Jatim yang melibatkan bekas Ketua Umum PSSI tersebut,” tegas salah satu orator tersebut.

Sekedar informasi, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebelumnya pernah melakukan penyelidikan kasus pembangunan rumah sakit dan pengadaan alat kesehatan Universitas Airlangga (Unair), Surabaya dengan terpidana mantan rektor Unair, Fasichul Lisan.

Proyek pembangunan di RS Unair diketahui menggunakan sumber dana dari daftar isian pelaksanaan anggaran (DIPA) 2007-2010, serta dana untuk peningkatan sarana dan prasarana rumah sakit pada DIPA 2009.

LaNyalla Mahmmud Mattaliti pernah beberapa kali bolak balik KPK untuk diperiksa sebagai saksi atas mantan rektor Unair tersebut.

Bahkan, Maret 2015 lalu, KPK pernah memeriksa La Nyalla terkait proyek RS Unair ini. La Nyalla kala itu mengaku dicecar mengenai cara memenangi tender di RS Unair. Menurut La Nyalla, perusahaannya yang bernama Airlangga Tama melakukan joint operation (JO) dengan PT PP di RS tersebut sejak 2010.

Namun sampai kasus ini tuntas, LaNyalla tidak pernah lagi kembali ke KPK untuk menjalani pemeriksaan atas kasus tersebut

Previous articleRaih Citra Baik dari Survey Kompas, DPD RI Siap Lanjutkan Amanat Rakyat
Next articleDPD Menilai Asmasda Sangat Penting dalam Mengetahui Persoalan di Daerah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here