Jadi Aktivis dan Penggiat K3 Sejak Orba, Firman Soebagyo Terima Penghargaan dari WSO Indonesia

Anggota DPR RI Firman Soebagyo Menerima Penghargaan dari WSO Indonesia
Anggota DPR RI Firman Soebagyo Menerima Penghargaan dari WSO Indonesia

Jakarta, PONTAS.ID – Anggota DPR RI, Firman Soebagyo memberikan apresiasi kepada World Safety Organization Indonesia Safety Culture Awards (WSO) telah memberikan penghargaan (award) kepadanya sebagai salah satu tokoh yang mempromosikan budaya kesehatan dan keselamatan kerja.

Firman menceritakan, awalnya dirinya merasa terkejut ketika pihak WSO Indonesia melakukan audensi bersama DPR RI dan ketika itu Director WSO Indonesia bersama timnya memberitahukan kepadanya jika diriny masuk salah satu nominasi dari 100 tokoh K3( keselamatan dan kesehatan kerja) akan diterbitkan bukunya versi WSO Indonesia dan kemudian dilanjutkan dengan Webinar tentang K3 salah satu narasunbernya adalah ia sendiri disamping ada para pakar-pakar K3 lainnya dari semua lintas sektor.

“Berdasarkan penelusuran dan dijelasan oleh Chairman WSO Indonesia, Suhatman Ramli apa dasar pemberian penghargaan kepada saya ternyata memang saya adalah aktivis dan penggiat K3 di era Orde Baru dan dikala itu menaker Sudomo dan Cosmas Batubara,” kata Firman Senin 27 Februari 2023.

Kata Suhatman, lanjut dia, Firman adalah salah satu penggerak K3 dijamannya sehingga K3 banyak terpublikasikan dan menjadi salah satu gerakan masif baik dimasyarkat maupun dikalangan dunia usaha baik sektor Migas dan sektor industri lainnya bahkan setiap peringatan Bulan K3 selalu dilakukan oleh presiden Suharto dan wakil presiden dan para menteri terkait.

“Karena itu atas apresiasinya WSO kepada saya, makanya saya diberikan penghargaan atas jasa dalam mensosialisasikan gerakan K3 ini, ujar Firman.

Sebelumnya, Chairman WSO Indonesia, Soehatman Ramli dalam sambutannya, yang menjelaskan WSO yang berdiri sejak tahun 1975 di Philipina, sampai sekarang terus berupaya mendorong terbangunnya budaya keselamatan di tengah masyarakat.

“Membangun budaya keselamatan atau safety culture ini, merupakan pondasi dalam membangun K3 yang handal yang pada ujungnya diharapkan dapat menekan angka kecelakaan. Kita masih prihatin, bahwa angka kecelakaan di negara kita masih terus meningkat,” ujar Soehatman di Hotel Bidakara, Jakarta, Senin 27 Februari 2023.

Sesuai data-data dalam 3 tahun terakhir, kata Soehatman, pada tahun 2020 tercatat 221.740, tahun 2021 meningkat 234.370 dan tahun 2022 telah mencapai 265.334 kasus kecelakaan tercatat di BPJS.

“Kecelakaan jelas sangat merugikan, bahkan menurut ILO (International Labour Organization) kerugian kecelakaan dapat menggerogoti GNP (Gross National Product) suatu negara sampai 4 hingga 7 persen,” ungkapnya.

Untuk itulah, menurutnya WSO Indonesia ingin mengajak semua unsur dan elemen untuk bersama-sama membangun budaya K3 (Keselamatan Kesehatan Kesejahteraan) dalam perusahaan, dan sampai hari ini sudah tergabung dalam komunitas perusahaan berbudaya K3 sejak tahun 2020 sebanyak 105 perusahaan dalam berbagai tingkat level budayanya.

“Melalui komunitas perusahaan berbudaya keselamatan ini diharapkan akan dapat mendorong semua perusahaan di Indonesia, juga menjadikan budaya keselamatan sebagai bagian integral dalam operasinya,” terang Soehatman.

“Inilah yang dari lebih 100 perusahaan yang tergabung dalam komunitas perusahaan berbudaya K3 ini, angka kecelakaannya sangat rendah malahan banyak yang telah mencapai jutaan jam kerja tanpa kecelakaan,” ungkapnya.

Soehatman menambahkan, apa yang telah diungkapkannya tersebut menjadi misi membangun komunitas perusahaan berbudaya K3, sehingga keselamatan akan meningkat.

“Kami juga bangga bahwa program WISCA ini juga ditiru di WSO Office lain yaitu di Pakistan, yang saat ini juga sudah mulai bergabung membangun budaya K3. Dalam kesempatan ini kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang sudah membantu kelancaran acara ini,” pungkasnya.

Adapun kegiatan WISCA 2023 ini dihadiri Anggota DPR RI Komisi IV Firman Soebagyo, Dirjen Binwasnaker Haiyani Rumondang, Deputi III KSP Edy Priyono, Direktur Keberlanjutan Konstruksi Ditjen Bina Konstruksi PUPR Kimron Manik, Mr Jojo President Director of WSO and Mr Tayyeb Syah Director of WSO Pakistan.

Serta juga Pemberian penghargaan juga dihadiri dan memberikan sambuatan langsung oleh President WSO internasioal Mr Alferdo De La Rosa Jr dan Director WSO Pakistan Mr Tayyeb Shah Zoom atau Virtual.

 

 

 

 

Previous articleRapim MPR RI Menerima dan Menyetujui Perlunya TAP-MPR Bagi Presiden dan Wakil Presiden Terpilih
Next articlePeduli Sosial, Gus Jazil Ajak Santri Sunanul Muhtadin Berbagi ke Korban Banjir Gresik