Perangi Narkoba, Kapolres Indramayu Ungkap Modus Operandinya

Indramayu, PONTAS.ID – Semenjak AKBP Fahri Siregar menjabat di Kapolres Indramayu, ia gencar memerintahkan jajaranya untuk memberantas Narkoba. Baru tiga minggu Fahri menjabat sudah menggelar konfrensi pers, tentang penangkapan pengedar Narkoba yang masih berkeliaran di Kabupaten Indramayu.

AKBP Fahri Siregar, di dampingi Kasat Reskrim Narkoba AKP Otong Jubaedi dan Kasi Humas AKP Didi, pimpin Press Releas dihadapan awak media mengenai keberhasilan polres Indramayu dalam mengungkap peredaran sekaligus membekuk pengedar serta kurir Narkoba di 9 kecamatan, ada 10 kasus jenis Narkotika di antaranya Sabu 6 kasus, ganja kering 2 kasus dan obat keras tertentu 2 kasus, jenis Narkotika yang sebagai barang bukti adalah Sabu, Ganja kering, dan OKT (obat keras tertentu).

Polres Indramayu saat ini telah menangani 10 Laporan Polisi dalam perkara tindak pidana narkotika dengan jumlah pelaku 13 orang, dengan rincian 11 pria dan 2 permpuan, dengan jumlah total barang bukti yang sudah diamankan selama bulan Januari oleh Personil Kasat resnarkoba yaituh sabu 67,33gram, Ganja kering 26,75 gram serta OBK 3,472 butir, jumlah tersangka yang sudah diamankan sejumlah 13 orang, 10 diantaranya adalah sebagai pengedar 3 lainya sebagai kurir.

AKBP Fahri Menjelaskan berbagai cara para tersangka dalam modus operandinya “Mereka (tersangka) memakai sistem tempe, di mana tekniknya adalah barang ditinggal pada suatu tempat lalu menginfokan pada pembeli titik koordinatnya, juga jastip kurir melalui online,” jelasnya di depan lobby mako Polres Indramayu kamis (26/01/2023) pukul 15.00 wib.

Dia menambahkan tersangka akan dijerat pasal berlapis. Tersangka Melanggar Pasal 111 Ayat (1) dan Pasal 112 Ayat (1 & 2 ) Pasal 114 Ayat (1 & 2) RI No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan Hukuman minimal 4 tahun maksimal 20 tahun dan denda 800 juta rupiah sampai 10 milyar rupiah dan Melanggar Pasal 196 atau Pasal 197 UU RI No. 36 tahun 2009 tentang kesehatan.

“Ancaman hukuman 10 sampai 15 tahun kurungan penjara atau denda 1 sampai 1,5 milyar,” tutupnya

Menurut AKP Otong sasaran para pengedar itu utamanya para pemuda antar 15 sampai 17 tahun. “Mereka menargetkan untuk mencari sasaran konsumenya kebanyakan remaja tanggung kisaran 15 dan 17 tahun” tuturnya.

Informasi yang diperoleh dari salah satu masyarakat mengenai kapolres yang baru, JM (30) tahun mengatakan dirinya sangat mengapesiasi kinerja Kapolres Indramayu saat ini, JM berharap ke depan Kepolisian Indramayu menindak geng motor yang masih meresahkan.

“Kapolres Indramayu yang sekarang, sudah baguslah dari hal lalu lintas sudah lumayan tertib, dari kegiatan polsek sekarang banyak yang berbaur ke masyarakat, udah baguslah pokoknya, mudah mudah kedepan bisa terus lebih baik citra kepolisian ini. serta semoga lebih ditingkatkan lagi soal keamanan terkhususnya anak anak geng motor,” tandasnya

Penulis: Cartono
Editor: Rahmat Mauliady

Previous articleBupati Saidi Resmikan Musala yang Didanai oleh Ayahnya
Next articlePemerintah akan Subsidi Motor Listrik Rp7 Juta, Legislator: Jangan Memicu Kecemburuan Sosial

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here