Isu Limbah PT Aquafarm, Kades Naga Kisar: Tidak ada Pencemaran!

Sergai, PONTAS.ID – Salah seorang warga Desa Naga Kisar yang mengaku bernama Syahmat, geram karena terdapat isu air limbah dari pengolahan ikan pabrik PT Aquafarm (RSI), yang diduga mencemari lahan persawahan miliknya.

“Tapi sejak aku lahir 62 tahun yang lalu dan berdirinya pabrik ini ada sekitar puluhan hektar sawah disini mengandalkan air limbah ini, tapi lihatlah dimana air yang mencemari sawah?,” papar Syahmat (62) warga Dusun VII Desa Naga Kisar, Kecamatan Pantai Cermin, Sergai, sembari menunjukkan padi di sawahnya yang berada di lingkungan pabrik PT. AN (RSI) di Desa Naga Kisar Kecamatan Pantai Cermin, Rabu (10/8/2022).

Selanjutnya Syahmat menjelaskan, kalau padi yang ditanaminya ini hanya di pupuk dengan pupuk buah saja.
“Untuk apa pakai pupuk lain?, Karena air dari limbah ini cukup menyuburkan tanaman padi kami. Lihat daun-daun padinya, hijaunya cukup tua bahkan nyaris menghitam. Di sana juga lihat, padi yang sudah meratak (keluar) cukup bagus dan kalau tercemar limbah pasti sudah mati lah,” jelas Syahmat yang heran dengan isu-isu yang berkembang terakhir ini.
Syahmat juga menjelaskan, sekitar beberapa tahun yang lalu,memang ada pipa dibawah tanah yang bocor akibat berkarat.
Menurutnya, pihak perusahaan langsung memberitahu kami dan untuk itu ditanggung jawab oleh perusahaan. “Kalau ini tak tahulah, berita dari mana itu dan dimana sawah yang kena limbah dan kalau disini, kalian tengoklah tak ada,” tandasnya.
Kepala Desa Naga Kisar, Ahmad ketika dikonfirmasi terkait adanya isu pencemaran limbah di Dusun VII di desanya mengatakan, sampai saat ini belum ada warga atau Kepala Dusun yang melapor kalau ada persawahan yang tercemar limbah dari PT Aquafarm.
“Kalau ketiadaan air untuk sawah, hal ini nggak heran lagi. Apalagi tapi air jauh dari areal sawah yang berada disekitar pabrik. Warga sudah beberapakali dibantu perusahaan untuk mengairi sawah dengan pipa, tetapi karena gak mungkin setiap waktu diawasi oleh perusahaan maka waktu yang tertentu saja kita minta bantuan,” jelas Kades Ahmad.
“Nah, selama beberapa tahun ini warga berharap air dari limbah pengolahan pabrik tapi tak ada masalah. Kok sekarang ini bermasalah?, seharusnya sudah ada laporan kepada kami aparat desa, tapi ini belum ada. Inilah sifat manusia bang, harusnya kita berfikir dan bertindak sesuai etika, aturan dan jangan karena emosi,” pungkas Kades yang sejak menjadi Sekretaris Desa sudah mengetahui kondisi Desa Naga Kisar.
Penulis: Andy Ebiet
Editor: Fajar Virgyawan Cahya
Previous articleCiptakan Pejabat Berkompeten, Bupati Banjar Lantik Kepala Satuan Pendidikan
Next articleBamsoet Ingatkan Pentingnya Lawan Radikalisme dan Demoralisasi Bangsa