Bahas Berbagai Agenda, Ketua PGSI Sumut Hadiri Rakernas

Sergai, PONTAS.ID – Ketua Persatuan Gulat Seluruh Indonesia ( PGSI) Sumatera Utara (Sumut) yang juga Bupati Serdang Bedagai (Sergai),Darma Wijaya, hadiri  Rapat Kerja Nasional (Rakernas) tahun 2022 yang digelar oleh Pengurus Pusat (PP) PGSI bertempat di Hotel Century Park Jakarta, Rabu (29/6/2032).
Hal ini disampaikan oleh Kadis Kominfo Sergai,Akmal setelah menerima bahan berita dari Jakarta dan diteruskan kepada media melalui WhatsApp, Kamis (30/6/2022).
Menurut Akmal, Rakernas dihelat secara virtual melalui zoom meeting dan dibuka langsung oleh Ketua Umum PP PGSI Trimedya Panjaitan dan dihadiri para pengurus lainnya.
Menurut Bupati Darma Wijaya,ada beberapa agenda penting yang dibahas dalam Rakernas ini yaitu, akan dilakukan penataran bagi wasit, penataran bagi pelatih dan akan digelar kejuaraan nasional (Kejurnas) Senior Piala Puan Maharani Cup,jelas Darma Wijaya.
Selain itu, katanya lagi, kepengurusan PP PSGI di bawah Trimedya akan berakhir pada Desember 2022, untuk itu PP PGSI akan menggelar Musyawarah Nasional (Munas) di Medan yang rencananya akan dihelat di 28 Oktober 2022 untuk memilih kepengurusan PP PGSI periode 2023-2026.
“Tentu banyak hal yang harus dipersiapkan, seperti mengikuti pertandingan-pertandingan maupun latihan, untuk lebih mengasah kamampuan para atlet,” kata Darma Wijaya saat itu didampingi Kepala Bapenda Sergai yang juga menjabat  Wakil Sekretaris PGSI Sumut, Ikhsan.
Ketua Umum PP PGSI Trimedya Panjaitan saat itu,menyampaikan rasa bangganya atas raihan atlet gulat yang membawa pulang tiga medali perak dalam Sea Games XXI di Hanoi, Vietnam, yang berlangsung 12 sampai dengan 23 Mei yang lalu.
Atas prestasi para atlet ini, Ketua Umum PGSI  memberikan bonus masing-masing sebesar Rp 200 juta untuk atlet peraih medali perak. Sedangkan peringkat keempat mendapat Rp 50 juta.
Tidak cuma atlet, namun tim yang jadi pendukung juga mendapat apresiasi dengan rincian, Pelatih sebesar 50 juta, asisten pelatih 25 juta, 2 orang wasit masing-masing Rp 10 juta dan Rp 15 juta.
“Untuk mendukung munculnya atlet-atlet yang siap saing di tingkat internasional, diharapkan ke depannya di tingkat Asia, PGSI akan menggelar Kejurnas Gulat Tahun 2022 yang direncanakan dinamai Puan Maharani Cup. Ini merupakan gebrakan untuk membangkitkan olahraga gulat,” tegasnya.
Terakhir, ia menyebut pada sektor pembinaan atlet gulat usia dini, PGSI juga akan menggelar kejuaraan Pusat Pendidikan dan Latihan Olahraga Pelajar (PPLP) serta kejuaraan junior di bawah usia 25 tahun.
“Kejuaraan ini akan dilaksanakan pada tingkat nasional dan tingkat wilayah secara reguler. Tujuannya tentu saja untuk melahirkan para atlet gulat muda yang berprestasi,” pungkas Trimedya.
Sementara itu, Bendahara Umum PP PGSI Harry Sanusi menyebut jika organisasinya punya visi yang jelas yaitu bagaimana agar gulat bukan hanya sekadar ada atau pelengkap saja, akan tetapi bisa memberi prestasi.
“Walau kondisinya terbatas, tapi gulat punya potensi berprestasi, baik itu di tingkat nasional maupun di tingkat internasional. Olahraga gulat ingin high impact,di mana memiliki keindahan seni tersendiri karena merupakan olahraga tradisional di zaman Yunani dulu,” ungkapnya.
Hadir, Sekjen Steven S Musa, Ketua Bidang Prestasi Gusti Randa, dan pengurus PP PGSI lainnya. Sedangkan secara virtual hadir 25 dari 26 Pengurus Provinsi PGSI.
Penulis: Andy Ebiet
Editor: Fajar Virgyawan Cahya
Previous articleKelompok DPD di MPR Desak Usulan Amandemen Penguatan Kewenangan DPD
Next articleDifasilitasi LaNyalla, Sengkarut Pelabuhan Multipurpose Teluk Lamong Hasilkan 4 Poin Kesepakatan