Stop Ekspor Bijih Nikel, LaNyalla : Hadapi Gugatan WTO!

Subang, PONTAS.ID – Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti mendukung kebijakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengenai larangan ekspor bijih nikel ke luar negeri.

Seperti keterangan di laman dpd.go.id, meski kebijakan tersebut digugat Organisasi Perdagangan Dunia (WTO), Senator asal Jawa Timur itu meminta agar pemerintah tak mengubah kebijakannya.

“Ini soal kedaulatan bangsa. Hadapi gugatan WTO!” tutur LaNyalla, saat kunjungan kerja ke Subang, Jawa Barat, Selasa (30/11/2021).

Menurut LaNyalla, sikap yang diperlihatkan Presiden Jokowi tersebut menunjukkan bahwa Indonesia lebih mendahulukan kepentingan bangsa ketimbang kebutuhan internasional.

“Sikap pemerintah merupakan wujud bahwa Indonesia lebih mementingkan kepentingan bangsa di atas segala-galanya. Saya mendukung keputusan Presiden,” kata LaNyalla.

Ditambahkannya keputusan tersebut turut meningkatkan potensi penyerapan nilai tambah Indonesia tahun ini, yakni mencapai 20 miliar Dollar AS, lebih tinggi dibandingkan 3 atau 4 tahun yang lalu yang hanya mencapai 1,1 miliar Dollar AS.

“Jadi, sudah saatnya Indonesia merasakan manfaat kekayaan alam yang dimiliki sebesar-besarnya untuk kepentingan bangsa,” tegas LaNyalla.

Sebagaimana diketahui, nikel Indonesia sangat berguna untuk pengembangan berbagai macam produk, seperti untuk bahan baku pembuatan kabel listrik, koin, hingga peralatan militer.

Kemampuan Indonesia mengelola nikel akan menunjukan kedaulatan bangsa selain kita mampu memberikan yang terbaik bagi masyarakat, yakni merasakan manfaat dari nikel.

Pemerintah memberlakukan pelarangan ekspor nikel dan mineral yang kemudian diputuskan untuk diolah demi industri domestik. Hal ini penting karena kebutuhan industri dalam negeri terhadap nikel tak sedikit.

“Kita juga memiliki alternatif sumber nikel dari tanaman hiperakumulator nikel yang disebut sebagai tanaman penambang nikel, yang mampu menyerap dan menyimpan nikel dalam jumlah besar, setidaknya 1.000 mikrogram nikel per 1 gram daun kering,” ucap LaNyalla.

Sebagai penutup, Ia menambahkan bahwa penemuan ini tentu harus dikembangkan lebih jauh lagi agar kita memiliki cadangan nikel serta sumber tambang lainnya.

Penulis : Fajar Virgyawan Cahya
Editor : Rahmat Mauliyadi

Previous articleSelain PPHN Tahun Depan MPR akan Fokus Pada Penyerapan Aspirasi Masyarakat,
Next articleTerungkap! DPRD DKI belum Kirim Surat Pemecatan Viani Limardi ke KPU

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here