Miris! Warga Desa Kemuninglor Pasrah Pasca Rumahnya Ambruk

Jember, PONTAS.ID – Warga Dusun Krajan Kopang Kebun Desa Kemuninglor, Kecamatan Arjasa yang rumahnya roboh karena cuaca buruk dan angin kencang beberapa pekan lalu terlihat tidak bisa berbuat apa-apa, Saefudin atau Pak Sae sapaan akrabnya yang sehari-hari mencari barang rongsokan terlihat pasrah dengan kondisinya saat ini.

Ia mengungkapkan tempat tinggal yang di tempati selama puluhan tahun sudah tidak ada lagi berikut semua isi rumahnya.

“Saya kemarin melihat kondisi rumah yang sudah 35 tahun saya tempati, tapi ternyata semua barangnya sudah tidak ada, kedatangan saya hanya ingin mencari surat penting dan siapa tahu ada, tapi saat ke sana sudah tidak ada dan sekarang bersih tanpa ada satupun yang tersisa,” ungkap Pak Sae, Sabtu (14/11/2021) saat berada di rumah salah satu warga di Kelurahan Baratan yang beberapa hari ini sudah menampungnya.

Dirinya mengaku sesudah kejadian sudah tidak mengetahui bagaimana kondisi tempat tinggalnya, karena yang bersangkutan langsung diantarkan ke keluarga di Kabupaten Banyuwangi oleh Kades Kemuninglor.

“Saat kejadian, Pak Kades sempat menawarkan agar saya tinggal di panti jompo, dan untuk kebutuhan pastinya sudah ditanggung pihak panti, namun saya tidak mau saat itu, karena saya masih punya anak dan keluarga, dan saya masih bisa bekerja mencari rongsokan, akhirnya pada waktu itu saya langsung diantarkan pulang ke Banyuwangi,” ujarnya.

Dari keterangan Pak Sae dirinya sudah 35 tahun menempati rumah itu, berkisar mulai tahun 1986, ia sudah tinggal di Dusun Krajan Kopang Kebun Kemuninglor, mengenai kepemilikan tanah yang ditempati, dirinya mengaku memang bukan miliknya.

Bapak tiga orang anak tersebut juga menceritakan selama puluhan tahun tinggal di Desa Kemuninglor, dirinya mengaku mempunyai KTP dengan domisili Desa Kemuninglor.

“Kalau mengenai hak kepemilikan, sepengetahuan saya memang itu tanah desa, tapi dulu saya sudah diijinkan untuk tinggal dan saya ada ijin, namun saat kejadian surat-surat penting seperti KTP, KK dan ijin menempati sudah musnah berikut uang dan perabotan, bahkan sampai genteng rumah pun tidak tersisa sama sekali, intinya semuanya hilang tanpa bekas,” tandasnya pasrah dengan kondisi yang dia alami saat ini.

Di tempat terpisah perihal status Pak Sae Abdul Wafi Sekdes Kemuninglor membenarkan kejadian tersebut, perihal rumah yang ditempati Pak Sae sendiri memang Tanah Kas Desa (TKD). Pihak Desa waktu itu memang sempat menawarkan agar Pak Sae tinggal di Panti Jompo dan memfasilitasi saat Pak Sae pulang ke banyuwangi.

“Karena kita beranggapan waktu itu Pak Sae sudah tua, alangkah baiknya jika dirinya bisa bersama anaknya di Banyuwangi, dan untuk surat seperti KTP dan lain-lain waktu itu sudah ada pada dirinya, jadi kalau seandainya dia bilang hilang, itu tak masuk akal,” terang Sekdes Kemuninglor.

Perihal Keterangan Pak Sae yang diantarkan ke pihak keluarga di Banyuwangi, Abdul Wafi menjelaskan bahwa Pemerintah Desa Kemuninglor juga menfasilitasi mengangkut barang yang ia miliki dan juga memberikan dana bantuan.

“Mengenai genteng rumahnya, sempat waktu itu Pak Sae sendiri menyuruh tetangganya untuk menjualkan atau disimpan, jadi tidak benar jika barang-barangnya yang bersangkutan tersebut hilang semua,” Pungkas Abdul Wafi saat ditemui dikediamanya di Dusun Darungan pukul 18.38 Wib, Minggu (14/11/2021).

Penulis: Ruksin A
Editor: Rahmat Mauliady

Previous articleBalap IATC 2021 Molor, Ketum IMI: Tanggung Jawab Saya
Next articleCegah Money Laundering Pada Jasa Layanan Pinjol

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here