Ricuh! Pintu Masuk Ditutup, Pedagang Pasar Kaget Cekcok dengan Petugas

Sergai, PONTAS.ID – Telah terjadi kericuhan adu mulut hingga saling dorong antara petugas gabungan Polisi, Satpol PP dan Dinas Perhubungan (Dishub) dengan para pedagang Pasar Kaget di depan halaman kantor DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Sergai, Minggu (17/10/2021).

Kegaduhan ini lantaran petugas gabungan telah melakukan blokade di pintu masuk arah ke dalam Pasar Kaget. Dengan maksud tujuan para pedagang ini tidak bisa beraktivitas atau melakukan transaksi jual beli di lokasi tersebut.

Bahkan, seorang wanita yang biasa berdagang di dalam pasar melakukan aksi nekat dengan tidur di badan jalan sehingga mengakibatkan macet lalu lintas yang makin parah..

“Ini halaman milik pribadi bukan milik pemerintah. Kalian sudah melanggar aturan karena bertindak sesuka hati kalian dan mana dasar kalian melarang kami masuk ke dalam,” teriak pedagang seraya berkata.

“Kami disini untuk cari makan, bukan untuk cari kaya. Dimana hati nurani kalian para pejabat..?, jangan karena ada politik busuk, kami yang kelaparan,” tanya mereka.

Sementara itu, menurut pengakuan warga desa Firdaus bernama A Sirait (50) dibenarkannya Pasar Rakyat ini buka setiap hari Minggu saja. “Yah mereka berjualan di lahan miliknya sendiri sudah 20 Tahun lebih di pasar tradisional ini. Sebenarnya, sebelum kabupaten Sergai dimekarkan pasar ini tidak tahu kapan diresmikannya,” ungkap Sirait.

Sirait juga mengisahkan, kisruh yang didominasi kaum emak-emak ini sudah terjadi dua bulan yang lalu.

“Dengan dalih penataan kota Seirampah sebagai Ibu Kota Sergai, pihak pemerintah kabupaten mencoba menutup pasar itu dengan berbagai macam cara,” tambahnya.

Sirait berharap kepada pemerintah kabupaten dan para pedagang Pasar Kaget bisa mencari solusi bukannya malah di politisasi. “Setahu saya, pedagang ini murni mencari nafkah, bukan mencari kekayaan. Lagi pula bukannya hanya setengah hari dan itupun hanya di hari Minggu saja,” tutupnya.

Pantauan di lokasi, akibat aksi dorong mendorong itu akhirnya memicu hal di luar nalar. Seorang pedagang sampai membawa Derigen ukuran lima liter yang berisikan Oli bekas. Pedagang tersebut langsung menyiramkan oli bekas itu kebagian depan (kaca) mobil, sementara beberapa pedagang lainnya menyiramkan air sabun detergen kebagian samping mobil.

Hingga akhirnya, petugas gabungan kebobolan dan menyebabkan beberapa anggota Satpol PP mengalami cidera.

Penulis: Andy Ebiet
Editor: Ahmad Rahmansyah

Previous articleBamsoet Ajak Masyarakat Bantu Pelestarian Satwa
Next articleParah! Pemilihan RW Tabrak Prokes, Tanjung Priok Rawan Covid-19