Penista Agama Tak Berkutik, Polisi Seret YouTuber ‘MK’ ke Jakarta

Jakarta, PONTAS.ID – Kabareskrim Polri, Komjen Agus Andrianto, menegaskan telah menangkap YouTuber pemilik akun “MK” atas dugaan penistaan agama. MK ditangkap di Bali dan dibawa ke Bareskrim untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

“Sudah ditangkap. Hari ini dibawa ke Bareskrim,” kata Agus, Rabu (25/8/2021).

MK sebelumnya dilaporkan oleh sejumlah pihak soal videonya yang diduga menistakan agama. Polisi juga menegaskan bukti awal sudah cukup sehingga kasus ditingkatkan ke penyidikan.

Sementara itu, Polri juga telah menggandeng Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kominfo) untuk melakukan take down terhadap video-video YouTuber MK yang dinilai kontroversial.

Ada sekitar 400 video terkait MK yang diajukan ke YouTube untuk di-take down setelah dilakukan analisis.

“Video (MK) berpotensi kegaduhan memecah-belah. Maka dilakukan analisis, dilakukan verifikasi untuk dilakukan take down. Yang melakukan take down itu kewenangannya di Kominfo. Kominfo mengajukan kepada pihak YouTube. Tentu ini harus mendapat jawaban dari YouTube,” ujar Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan di Mabes Polri, kemarin.

Video Kontroversial
Ramadhan mengungkapkan, dari 400 video yang diajukan untuk di-take down, 20 di antaranya sudah dikabulkan YouTube. Adapun pengajuan untuk pemblokiran itu dilakukan sejak Minggu (22/8/2021).

“Dari 400 video yang telah diposting Saudara MK, sudah 20 video yang sudah diblokir atau di-take down. Jadi bukannya… maaf ya, tidak ada pembiaran. Polisi dan Kominfo terus berproses melakukan hal ini,” tuturnya.

Dengan demikian, kata Ramadhan, beberapa video terkait MK yang diduga menghina agama Islam sudah tidak bisa ditonton lagi. Video yang dimaksud bukan hanya yang diposting oleh MK saja, tapi juga video dari akun lain yang mengunggah ulang (share) video kontroversial itu.

“Jadi dia tulisannya video ini ‘not available’. Contoh video misalnya dilakukan Saudara MK terhadap kitab kuning. Coba dilihat, maka tidak ada lagi,” terang Ramadhan.

Terpisah, Dirtipidsiber Bareskrim Brigjen Asep Edi Suheri mengatakan penangkapan MK dilakukan di Kecamatan Mengwi, Badung, Bali, pada Selasa (24/8/2021).

“MK ditangkap atas dugaan menyebarkan konten bermuatan SARA terhadap umat muslim melalui Media YouTube Channel,” kata Asep, Rabu (25/8/2021).

Ucapan MK dalam sejumlah video di YouTube dinilai telah menistakan agama. Akibat perbuatannya, MK terjerat UU ITE.

“Tersangka dijerat Pasal 45A ayat (2) jo Pasal 28 ayat (2) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dan/atau Pasal 156 dan/atau Pasal 156 huruf a KUHPidana,” jelas Asep.

Penulis: Ahmad Rahmansyah
Editor: Rahmat Mauliady

 

Previous articleWujudkan Herd Immunity, Kapolri Kebut Program Vaksinasi
Next articlePPKM Level 3, Satpol PP Pasar Minggu Rutin Gelar Operasi Masker

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here