Pegawai Terpapar Covid-19, Pengadilan Agama Martapura Perketat Prokes

Oku Timur, PONTAS.ID – Kantor Pengadilan Agama Martapura Kabupaten Oku timur memperketat protokol kesehatan dilingkungan kantor untuk memutus mata rantai Covid-19 salah satunya dengan menyediakan tempat cuci tangan beserta sabun didepan pintu.

“Dikantor kita sendiri sudah ada yang positif, sejauh ini yang terpapar kita berikan WFH (Work from Home), tetap berdomisili di Martapura” kata wakil ketua pengadilan agama Martapura oku timur, Septianah saat dikonfirmasi PONTAS.id di ruang kerjanya, Senin (2/8/2021).

Selanjutnya , kata Septianah, untuk minggu ini kita membatasi penerimaan perkara, namun untuk perkara perkara yang sudah ada jadwal sidang untuk minggu ini tetap kita sidangkan.

“Jadi pembatasan penerimaan perkara ini untuk mengurangi perkara masuk, karna memang sampai hari sudah ada 552 perkara yang sudah kita terima,” ujarnya.

Menurutnya, merujuk instruksi dirjen badan peradilan agama (MARI) untuk memperketat prokes 5M, yaitu dengan memberikan identitas kalung name tag. “Kalung warna hijau untuk pihak berperkara, kuning kuasa hukum, saksi warna biru, tamu warna merah dan yang tidak berkepentingan dilarang masuk. Serta setiap sebulan sekali dilakukan penyemprotan desinfektan dilingkungan kantor,” kata dia.

Septianah menegaskan Pengadilan agama Martapura khususnya Kabupaten Oku Timur, benar benar serius berupaya mengurangi dan memutus rantai Covid-19 dengan menerapkan 5 M.

“Namun, hari ini sampai Jumat depan tidak menerima berkas perkara. Senin depan baru efektif kembali dan sudah di umumkan di website kami, selanjutnya pegawai tidak diperbolehkan mengambil cuti ditanggal merah untuk memutus mata rantai Covid-19,” tutupnya.

Penulis: M. Abdi Nurroin
Editor: Ahmad Rahmansyah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here