Pembunuhan Marsal Harahap, Pomdam I/BB Amankan 3 Prajurit TNI

Medan, PONTAS.ID – Pomdam I /Bukit Barisan kembali menangkap 3 prajurit TNI yang diduga terlibat dalam kasus pembunuhan wartawan Mara Salem Harahap (Marsal) beberapa waktu lalu. Sebelumnya, oknum anggota TNI AD atas nama Praka AS telah diamankan dalam kasus ini.

Penangkapan ini diungkapkan, Pangdam I/BB, Mayjen TNI Hassanudin, didampingi Danpomdam I/BB, Kolonel Cpm Anggiat Napitupulu dan Kapendam I/BB, Letkol Inf Donald Erickson Silitonga saat menggelar press conference, Selasa (27/7/2021).

“Press conference ini untuk menjelaskan langkah-langkah yang telah diambil Kodam I/BB melalui Pomdam I/BB terkait penganiayaan berencana yang diduga dilakukan oleh Praka AS terhadap korban Marsal yang berprofesi sebagai wartawan,” ucap Pangdam, dalam keterangan resminya, Rabu (28/7/2021).

Setelah mendapat info kejadian tersebut Pomdam I/ BB kata Hassanudin bergerak cepat dengan melakukan langkah-langkah serta mendatangi tempat kejadian perkara dan mengamankan saksi-saksi sejumlah 15 orang.

Dari hasil olah TKP, keterangan para saksi, bukti rekaman CCTV dan lain-lain, pelaku diduga oknum anggota TNI AD atas nama Praka AS dan masih dikembangkan kemungkinan masih ada tersangka lain.

“Maka langkah hukum penyelesaian perkaranya adalah untuk oknum anggota TNI AD sudah ditahan di Pomdam I/BB guna diproses pemeriksaan dan pengusutan lebih lanjut sesuai ketentuan hukum yang berlaku di lingkungan TNI. Sedangkan yang diduga pelaku sipil diproses sesuai aturan hukum oleh Polres Simalungun,” bebernya.

Hasil pengembangan penyidikan mengarah kepada 3 prajurit lainnya, DE, PMP dan LS dengan keterlibatan sebagai penyedia dan penjual senjata api ilegal.

“Saya pastikan tidak ada intervensi dalam penanganan kasus ini, kita proses hukum sesuai ketentuan undang-undang serta prosedur yang berlaku. Kodam I/BB telah membuktikan komitmen untuk mengungkap kasus ini secara terang benderang. Dan saya akan menindak tegas setiap oknum prajurit yang terlibat dalam kasus ini,” tegas Pangdam.

Dalam assessment persesuaian alat bukti, penyidik melihat faktor Mens Rea (sikap batin/niatan) dalam diri tersangka adalah untuk memberi pelajaran, bukan membunuh meskipun kenyataan korban mati.

“Karenanya, penyidik telah mempelajari hasil uji balistik dan perkenaan di paha kiri korban. Actus Reus (perbuatan pidana) diarahkan ke titik yang tidak mematikan, namun ternyata mengenai arteri, sehingga korban kehabisan darah,” papar Pangdam.

Turut hadir dalam kegiatan ini, Asintel, Aspers Kasdam I/ BB, Kakumdam I/BB, Danden inteldam I/BB dan para wartawan.

Penulis: Andy Ebiet
Editor: Fajar Virgyawan Cahya

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here