Pendidikan Indonesia Mesti Dijaga, Jangan Sampai Terpuruk karena Covid-19

Jakarta, PONTAS.ID – Wakil Ketua MPR Fadel Muhammad mengingatkan bahwa bencana pandemi Covid-19 sampai saat ini masih ada dan belum jelas kapan akan berakhir.

Dampak buruk pandemi ini telah merambah berbagai sektor seperti sektor ekonomi, sosial, dan pendidikan.

Sektor ekonomi membuat kehidupan masyarakat menjadi semakin berat dan ekonomi nasional mengalami resesi.

Sementara di sektor sosial membuat masyarakat dipaksa mengubah rutinitas kesehariannya karena harus mengikuti protokol kesehatan.

Di antaranya muncul tren _Work From Home_ (WFH) alias bekerja dari rumah. Yang lebih berbahaya adalah dampak buruk Covid-19 di sektor pendidikan.

Kegiatan belajar mengajar tidak lagi secara tatap muka langsung tapi banyak dilakukan dari rumah atau menggunakan sistem Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).

“Pada awalnya, memang PJJ diberlakukan untuk meminimalisir risiko anak didik terpapar Covid-19. Namun, pandemi ini ternyata berlangsung sangat lama,” kata Fadel Muhammad kepada wartawan, Kamis (3/6/2021).

“Banyak kalangan, mulai dari pemerintah, pakar, termasuk MPR sendiri, yang merasa prihatin kemudian melakukan berbagai kajian untuk mencari jalan keluarnya,” sambungnya.

Diungkapkan Fadel Muhammad, salah satu kekhawatiran elemen masyarakat yang bergerak di sektor pendidikan adalah jika PJJ terus dilakukan, maka akan terjadi learning loss atau menurunnya kompetensi belajar di kalangan anak didik.

“Intinya kita harus menjaga betul agar para generasi muda bangsa kita jangan sampai terpuruk sehingga jadi masalah di masa depan,” tambahnya.

Salah satu solusinya, lanjut Fadel Muhammad, kegiatan belajar mengajar tatap muka mesti dibuka kembali namun dilaksanakan secara bertahap.

Untuk awalnya, sebagian siswa belajar langsung secara tatap muka dengan menerapkan prokes ketat dan sebagian lagi tetap melakukan pembelajaran jarak jauh.

“Saya berharap pemerintah dan elemen masyarakat yang peduli pendidikan memperhatikan hal tersebut lebih serius dengan segera duduk bersama untuk membicarakan hal tersebut secara khusus sehingga muncul kebijakan yang baik buat anak-anak didik kita,” tandasnya.

Penulis: Luki Herdian

Editor: Riana

Previous articleDisdik Tanah Bumbu Wacanakan Pembelajaran Tatap Muka Juli Mendatang
Next articleGubernur Koster Harap MPR Dukung Percepatan Program Vaksinasi 70 Persen Masyarakat Bali