Teten Dorong KSP Masuk ke Sektor Produksi

Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki

Jakarta, PONTAS.ID – Menteri Koperasi dan UKM (Menkop UKM), Teten Masduki mendorong Koperasi Simpan Pinjam (KSP) melakukan spin off untuk masuk ke sektor produksi.

Teten bilang, saat ini, koperasi simpan pinjam harus melakukan inovasi diversifikasi jenis usaha. Untuk itu, spin off masuk ke sektor produksi menjadi pilihan. Menurut dia, koperasi produksi dapat memenuhi kebutuhan anggota dengan membeli produk sendiri serta dapat menciptakan lapangan kerja.

“Sekarang harus masuk ke sektor produksi karena selain memenuhi kebutuhan anggota, tidak harus membeli produk dari luar dan dapat menikmati hasilnya, juga dapat menciptakan lapangan kerja,” kata Teten dalam keterangan resmi, Minggu (23/5/2021).

Teten mencontohkan, koperasi-koperasi besar di Indonesia seperti Pintu Air, Obor Mas di Maumere NTT, dan Swasti Sari di Kupang telah memiliki tabungan yang sangat banyak dan kelebihan likuiditas. Bahkan kata Teten, ada pembatasan simpanan. Untuk itu, KemenkopUKM mendorong koperasi untuk masuk ke sektor produksi.

“Kita masih banyak produksi pangan yang harus diimpor. Mulai dari garam, kedelai, jagung, beras. Jika bisa diperkuat koperasi masuk di sektor produksi, ini akan menjadi kekuatan ekonomi rakyat yang sangat kuat,” tutur Teten.

Sementara itu, Wakil Bupati Sikka, Romanus Woga, mengatakan, Kopdit Pintu Air mendukung pemerintah dengan melakukan spin off dari sebelumnya hanya bergerak sebagai Koperasi Simpan Pinjam, kini telah melebarkan sayap ke Koperasi Sektor Produksi, yaitu dengan membentuk swalayan dan bergerak di sektor pertanian.

“Kita buktikan dengan spin off dari Koperasi Simpan Pinjam ke Sektor Produksi, Koperasi bisa tumbuh besar,” kata Romanus.

Romanus menambahkan, Kopdit Pintu Air kini tengah mengembangkan swalayan dan pertanian dengan menanam cabai dan tomat. Menurut dia, pertanian yang diterapkan adalah dengan memanfaatkan lahan kering dengan sentuhan teknologi yang dapat dikontrol melalui smartphone dan dikenal sebagai smart farming.

“Usaha seperti ini untuk kesejahteraan anggota. Memanfaatkan lahan yang sebelumnya tumbuh rumput menjadi lahan pertanian dengan sentuhan teknologi seperti yang dikembangkan di negara negara maju,” pungkasnya.

Penulis: Stevanny

Editor: Riana

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here